Rupiah Sepekan Ini Tertekan dari Dua Front: Luar Digencet, Dalam Diterpa Ketidakpastian

Jumat, 11 Jul 2025, 21:02 WIB

JAKARTA - Rupiah melemah sepekan ini karena dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan internal. 

Dari eksternal, kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran investor. 

Ket. Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (15/5/2025). — Sumber: ANTARA/Muhammad Adimaja

Pemerintah AS mempertahankan tarif impor tinggi, sekitar 32?%, terhadap Indonesia dan negara lain, sehingga menciptakan sentimen negatif terhadap aset negara berkembang 

Situasi tersebut memicu permintaan tinggi terhadap dolar AS sebagai safe haven, dan rupiah terdorong melemah

Dari dalam negeri, ada ketidakpastian terkait kebijakan fiskal pemerintah (misalnya anggaran defisit dan program belanja besar seperti MBG), yang membuat investor berhat- hati. 

Aktivitas protes dan reformasi menimbulkan rasa risk-off, yang turut menekan mata uang nasional.

Kombinasi faktor tersebut mendorong pelemahan rupiah sebesar 33 poin atau 0,2 persen selama pekan 7–11 Juli.

Seperti diketahui, kurs rupiah terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan, Jumat (11/7), menguat 0,04 persen (atau 6 poin) dari sehari sebelumnya menjadi Rp16.218 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai nilai tukar rupiah cenderung bergerak datar atau stabil (sideways) di tengah ketidakpastian terkait perang dagang.

Bahkan, ketika Trump mengumumkan bahwa Indonesia dikenai tarif sebesar 32 persen pada 1 Agustus 2025, pergerakan Rupiah masih cukup stabil.

“Sentimen menguat pada sesi Asia setelah Presiden AS (Amerika Serikat) Donald Trump mengancam akan memberikan blanket tariff sebesar 15-20 persen kepada mitra dagangnya,” kata dia di Jakarta.

Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (9/7), mengumumkan bahwa Washington akan mengenakan tarif sebesar 20-30 persen untuk barang-barang dari tujuh negara yang akan dimulai pada 1 Agustus 2025.

Filipina akan dikenakan tarif sebesar 20 persen, Brunei dan Moldova 25 persen, sedangkan Sri Lanka, Irak, Aljazair, dan Libya akan dikenakan tarif 30 persen.

Sebelumnya, Trump mengumumkan tarif 25 persen untuk Jepang dan Korea Selatan mulai 1 Agustus.

Trump kemudian mengumumkan tarif untuk belasan negara, termasuk 25 persen untuk Malaysia, Kazakhstan, dan Tunisia. Lalu 30 persen untuk Afrika Selatan dan Bosnia dan Herzegovina, serta 32 persen untuk Indonesia.

AS akan mengenakan tarif 35 persen untuk Serbia dan Bangladesh, lalu 36 persen untuk Kamboja dan Thailand, serta 40 persen untuk Laos dan Myanmar.

Presiden AS itu juga mengenakan tarif sebesar 35 persen atas barang-barang impor dari Kanada mulai 1 Agustus.

Pada pekan depan, Rupiah akan dipengaruhi oleh rilis dari inflasi AS, pertumbuhan ekonomi Tiongkok, serta pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia). 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tidak Kalah Seru dari Game Online, Permainan Tradisional Kembali Digelar di Banda Aceh

Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan dalam Pelayanan Perempuan dan Anak

Tanda-tanda Menunjukkan Perlambatan Ekonomi Tiongkok akan Berlanjut

Layanan Publik Makin Praktis! Tanjungpinang Hadirkan Kartu Bima Sakti

Cuaca Hari Ini, Sejumlah Wilayah RI Diprakirakan BMKG Diguyur Hujan

Anggota Paskibraka Situbondo Dapat SIM C Gratis

Semarak HUT RI, Lomba Panjat Pinang Meriahkan Perayaan di Kalimalang

HUT RI Bawa Kabar Baik! Tarif Transportasi Khusus Diharap Bikin Warga Makin Gemar Naik Angkutan Umum

Komunitas Penyelam Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Maratua di HUT Ke-81 RI

Nasib 2.298 PPPK Paruh Waktu Bengkulu Utara Terjawab, Pemkab Pastikan Tetap Bekerja

OJK Bangun Pusat Layanan Keuangan Terpadu di KNMP Sorue Jaya Konawe

Keren Bikin Penumpang Terpukau! KAI Palembang Hadirkan Nuansa Merah Putih di Kereta

BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar di Tanah Air pada Selasa (18/8) Diguyur Hujan, Jakarta dan Bandung Berawan Tebal

BNPB Percepat Distribusi Bantuan untuk Penanganan Darurat Korban Gempa NTT

Bantuan Gempa NTT Dipacu! BNPB Percepat Distribusi ke Warga Terdampak

Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau

Ndarboy Gank Meriahkan Pesta Rakyat di Bundaran HI dengan “Kicau Mania"

GIHES 2026: Pesantren Jadi Model Pendidikan Holistik untuk Menjawab Tantangan Zaman

Di Tengah Suasana Pascagempa, Upacara HUT Kemerdekaan RI di Manggarai Berlangsung Khidmat

Pascagempa, Pemkab Manggarai Barat Pastikan Pariwisata Labuan Bajo Aman Dikunjungi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.