Kasus Leptospirosis di Kota Yogyakarta Naik 100 Persen dari Tahun Lalu, Enam Warga Meninggal
Jumat, 11 Jul 2025, 05:30 WIBYOGYAKARTA â Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menghadapi lonjakan kasus penyakit leptospirosis. Hingga 9 Juli 2025, Dinas Kesehatan mencatat 19 kasus dengan enam kematian, menjadikan tingkat kematian (case fatality rate/CFR) mencapai 31 persen. Angka ini melonjak dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencatat 10 kasus dengan dua kematian (CFR 20 persen).
âMemang ada kenaikan yang cukup memprihatinkan. Kasus kematian cukup tinggi,â kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, dalam jumpa pers di Kantor Diskominfosan, Kamis (10/7). Leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan dari hewan, terutama tikus, kepada manusia, biasanya melalui luka terbuka.
Sebagai langkah cepat, Pemkot Yogyakarta menggandeng berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memutus rantai penularan. Dinas Kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan disinfeksi lingkungan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan. Pemerintah juga memasang alat perangkap tikus di lingkungan terdampak dan meningkatkan edukasi kepada kelompok berisiko seperti petani, pekerja kebun, dan petugas kebersihan.
Lingkungan tempat tinggal yang kumuh, penuh sampah terbuka, serta rumah yang tidak layak huni disebut menjadi faktor pemicu. âKita juga akan bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perdagangan, karena banyak pasar yang berpotensi jadi sarang tikus,â ujar Lana.
Menindaklanjuti Surat Gubernur DIY terkait kewaspadaan Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis dan Hantavirus, Wali Kota Yogyakarta telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/2407/2025 sebagai penguatan pengendalian dua penyakit ini.
Selain leptospirosis, warga juga diimbau waspada terhadap hantavirus. âGejalanya mirip, seperti demam dan gangguan napas. Hantavirus bisa menyebar lewat debu atau kotoran hewan terinfeksi. Gunakan masker dan jaga kebersihan,â tambah Lana.
Dinas Pertanian dan Pangan juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan. âAnjing, sapi, kambing, bahkan domba bisa terinfeksi. Jika demam dan mata menguning, segera bawa ke dokter hewan,â kata Kabid Perikanan dan Kehewanan, Sri Panggarti. Vaksinasi leptospirosis pada hewan peliharaan juga dianjurkan.
Pemkot optimistis penyebaran leptospirosis dapat ditekan dengan sinergi lintas dinas dan partisipasi aktif warga. Pemerintah mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, atau mata menguning. âPenanganan cepat bisa menyelamatkan nyawa,â tegas Lana.
- daerah istimewa yogyakarta
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Edukasi ke Sekolah, TikTok dan SEJIWA Foundation Soroti Pentingnya Orang Tua Dampingi Remaja Mengakses Medsos
-
Kodim 1714/Puncak Jaya Selenggarakan Kegiatan Persami KKRI Tanamkan Nilai Kebangsaan Pada Siswa SMK Negeri 1 Mulia
-
Nero, Kaisar Paling Kontroversial dalam Sejarah Romawi
-
Trump Bekukan Pendanaan untuk Sejumlah Media AS termasuk VOA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.