• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 'John Wick' Terpaksa Meng...

'John Wick' Terpaksa Menghabiskan Ribuan Dolar agar TikTok dan Meta Menghapus Akun Gadungan

Jumat, 11 Jul 2025, 16:58 WIB

Bintang John Wick, Keanu Reeves dilaporkan membayar sebuah perusahaan beberapa ribu dolar per bulan untuk membuat perusahaan seperti TikTok dan Meta menghapus para penirunya.

Dalam artikel mendalam oleh The Hollywood Reporter , terungkap bahwa Reeves membayar sebuah perusahaan bernama Loti untuk mengeluarkan puluhan ribu penghapusan akun media sosial setiap tahun.

Ket. Foto: Keanu Reeves dalam John Wick — Sumber: Istimewa

Menurut THR, akun Reeves mungkin adalah selebritas yang paling banyak dipalsu di internet karena status blockbuster-nya dan kurangnya kehadiran media sosial resmi, yang menciptakan mistik seputar kehidupan pribadinya.


Para peniru mengisi kekosongan ini dengan membuat gambar palsu Reeves yang seolah-olah menyampaikan pesan politik dalam berbagai bentuk, mengiklankan produk yang mencurigakan, dan, dalam kasus ekstrem, membuat akun palsu Keanu Reeves yang membangun hubungan dengan korban mereka untuk akhirnya meyakinkan mereka membayar. Reeves, tampaknya, adalah umpan utama untuk penipuan, dan AI generatif membuatnya lebih mudah dan lebih meyakinkan dari sebelumnya.

Tentu saja, Reeves tidak sendirian dalam hal ini. Memang, ada sejumlah kasus besar di mana selebritas mengeluhkan iklan palsu secara terbuka. Pada tahun 2023, Tom Hanks memperingatkan penggemar bahwa versi AI dari dirinya digunakan tanpa persetujuannya dalam sebuah iklan daring untuk sebuah perawatan gigi. Tahun lalu, Morgan Freeman berterima kasih kepada penggemar yang memberi tahunya tentang tiruan suaranya yang dihasilkan AI secara daring setelah serangkaian video yang dibuat oleh seseorang yang menyamar sebagai keponakannya menjadi viral.

Dan pada bulan Mei tahun ini, Jamie Lee Curtis terpaksa mengajukan banding kepada CEO Meta Mark Zuckerberg dalam sebuah postingan Instagram karena ia tidak dapat membuat perusahaan tersebut menarik iklan buatan AI yang menampilkan kemiripannya untuk "beberapa omong kosong yang tidak saya izinkan, setujui, atau dukung."

Alexandra Shannon, kepala pengembangan strategis di CAA, mengatakan kepada THR bahwa ada peningkatan kekhawatiran tentang masalah ini di kalangan seniman, dan menyerukan aturan dan regulasi untuk mencegah hal itu terjadi.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.