Pacu Jalur Viral di Dunia Maya, KORMI Buka Peluang Masuk Fornas

Kamis, 10 Jul 2025, 22:03 WIB

JAKARTA - Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) membuka peluang masuknya Pacu Jalur sebagai salah satu cabang olahraga tradisional dalam Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) mendatang, menyusul viralnya atraksi budaya tersebut hingga mendapat sorotan internasional.

Wakil Ketua Umum KORMI Ibnu Riza Pradipto mengatakan fenomena Pacu Jalur yang mendadak viral menunjukkan besarnya potensi olahraga tradisional Indonesia untuk menjangkau generasi muda, sekaligus menjadi bagian dari diplomasi budaya di era digital.

Ket. Foto: Pacu Jalur dengan Coki atau anak kecil yang berada di depan jalur (sampan) belakangan viral di media sosial internasional dengan tren aura farming. — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov Riau

“Menjelang Fornas tiba-tiba ada Pacu Jalur viral. Ini termasuk olahraga tradisional berbasis kreasi budaya. Bukan tidak mungkin, di Fornas berikutnya Pacu Jalur bisa dipertandingkan,” ujar Ibnu Riza saat ditemui di Jakarta, Kamis (10/7).

Ia menjelaskan hingga saat ini KORMI menaungi sebanyak 105 cabang olahraga masyarakat, dan tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut terus bertambah seiring munculnya olahraga berbasis kearifan lokal dari berbagai daerah.

“Setiap provinsi punya olahraga tradisional masing-masing. Kami tidak menutup kemungkinan ke depan makin banyak yang masuk. Tapi untuk Fornas kali ini, Pacu Jalur memang belum masuk ke dalam agenda pertandingan,” kata Ibnu yang juga sebagai Ketua penyelenggara Fornas 2025.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal KORMI Kemalsyah Nasution mengatakan meski belum menjadi bagian resmi dari KORMI, Pacu Jalur memiliki potensi kuat untuk masuk dalam struktur olahraga masyarakat nasional.

Namun, proses tersebut tetap harus melalui verifikasi yang ketat.

“Kami tidak bisa serta-merta memasukkan. Harus dilihat dulu bentuk pertandingannya, aturannya, keamanannya, dan bagaimana olahraga ini menyampaikan pesan kepada masyarakat. Minimal ada 10 provinsi yang mengembangkan sebelum bisa dipertandingkan secara nasional,” kata Kemalsyah.

Ia menambahkan esensi dari olahraga masyarakat bukan pada aspek kompetitif semata, melainkan pada partisipasi luas masyarakat lintas usia dan latar belakang.

“Kami selalu tekankan, olahraga masyarakat itu datang dari masyarakat. Tapi kadang pemahaman ini belum sampai ke pembuat kebijakan. Padahal olahraga prestasi itu piramidanya sempit, yang di bawah ini justru harus diperkuat terlebih dahulu,” katanya.

Kemalsyah mengatakan KORMI terbuka terhadap komunitas-komunitas olahraga baru selama memenuhi syarat administratif, teknis, serta memiliki regulasi pertandingan yang jelas.

“Kita verifikasi semuanya, mulai dari regulasi, jenis pertandingan, potensi bahayanya, dan lainnya. Karena ini juga menyangkut pertanggungjawaban,” ujarnya.

Pacu Jalur yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, saat ini tengah menjadi perbincangan luas di media sosial karena penampilan penari cilik di haluan perahu yang memikat perhatian warganet hingga ke mancanegara.

Fenomena ini bahkan menarik perhatian dari klub olahraga global dan para influencer internasional, sehingga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional Indonesia ke pentas dunia.

“Ini momentum besar. Kita punya 280 juta penduduk, potensi olahraga masyarakat kita luar biasa. Kita tidak perlu bergantung pada negara lain. Yang penting semua pihak bisa satu frekuensi dalam memahami peran strategis olahraga masyarakat,” ujar Kemalsyah. Ant

  • Pacu Jalur Kuantan Singingi

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.