BMKG: Tertundanya Peralihan Musim Sebabkan Musim Kemarau Mundur

Kamis, 10 Jul 2025, 09:55 WIB

JAKARTA - Masyarakat Indonesia mempertanyakan penyebab utama musim kemarau di Indonesia mundur pada tahun 2025 ini. Musim kemarau yang biasanya berlangsung pada pertengahan tahun, kali ini mengalami kemunduran di sebagian besar wilayah Indonesia.

Simak penjelasan BMKG terkait penyebab utama musim kemarau di Indonesia mundur, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hingga akhir Juni 2025, BMKG mencatat, baru 30 persen zona musim memasuki kemarau.

Ket. Foto: — Sumber: Pexels

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, secara klimatologis biasanya 64 persen wilayah telah memasuki musim kemarau. Namun, tahun ini terjadi dinamika atmosfer tidak lazim menyebabkan tertundanya peralihan musim serta meningkatkan potensi cuaca ekstrem.

Adapun faktor utama kemunduran musim kemarau ialah lemahnya Monsun Australia yang seharusnya membawa udara kering ke wilayah Indonesia. Selain itu, suhu muka laut yang tinggi di selatan Indonesia turut meningkatkan kelembapan udara sehingga mendorong pembentukan awan hujan, bahkan di tengah musim yang seharusnya kering.

Fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation, gelombang Kelvin, dan Rossby Equator dapat memperkuat awan konvektif dan memicu hujan lebat.

“Meski ENSO dan IOD dalam kondisi netral dan diperkirakan tetap netral hingga akhir tahun. Curah hujan di atas normal masih terjadi sejak Mei dan kemungkinan berlangsung hingga Oktober 2025,” ujar Dwikorita melalui pernyataan resmi di situs BMKG, dikutip Kamis (10/7).

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Termasuk hujan lebat dan angin kencang, yang masih bisa terjadi di tengah peralihan musim. ils/I-1

  • Musim Kemarau
  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.