Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKSDA Sumbar Ungkap Temuan Ular Langka di Kawasan Konservasi Maninjau

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 18:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKSDA Sumbar Ungkap Temuan Ular Langka di Kawasan Konservasi Maninjau Doc: Antara Foto
Ket. Ular kepala merah saat sedang diam di antara ranting pohon. Ular sepanjang sekitar dua meter itu ditemukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau Kabupaten Agam

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menemukan ular langka jenis kepala merah (bungarus flaviceps) sepanjang dua meter di kawasan hutan Cagar Alam Maninjau Kabupaten Agam.

"Ular kepala merah itu kami temukan saat patroli kawasan bersama anggota Polsek Palembayan di Cagar Alam Maninjau, tepatnya di Nagari atau Desa Sungai Pua Kecamatan Palembayan Rabu 9 Juli 2025," kata Kepala Resor Konservasi II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Kamis.

Ia menjelaskan, ular tersebut ditemukan saat pihaknya beserta anggota lain sedang berjalan di area dalam kawasan tersebut.

Tiba-tiba, ia langsung melihat ular dengan jarak sekitar 50 centimeter dari posisi berdiri.

"Ular dengan kondisi diam dengan jarak dari kaki saya hanya 50 centimeter dan untung tidak terinjak," katanya.

Ia mengakui ular kepala merah sangat langka dan baru pertama ini ketemu di hutan saat patroli selama 23 tahun bekerja di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan BKSDA.

"Saya belum pernah ketemu ular ini saat patroli di kawasan hutan TNKS maupun hutan lain di Sumbar," katanya

Ia menambahkan, ular kepala merah adalah spesies katang yang endemik di Asia Tenggara. Sebutan katang kepala merah mengacu pada warna kepalanya yang kemerah-merahan.

Katang kepala merah tersebar di Myanmar Selatan, Thailand Selatan, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan kemungkinan juga kepulauan di sekitarnya).

"Habitat utamanya adalah hutan dataran rendah hingga ketinggian 900 meter. Ular ini jarang ditemukan di sekitar permukiman manusia," katanya.

Panjang tubuh katang kepala merah berkisar antara 1,2 sampai 1,5 meter, dan paling panjang mencapai 2,1 meter.

Kepala dan ekornya berwarna merah cerah. Tubuh bagian atas berwarna hitam dan dihiasi dengan garis berwarna putih kebiruan di sepanjang sisi badannya.

Bagian bawah tubuhnya berwarna keputihan, pewarnaan ular ini nyaris mirip dengan ular cabai besar (calliophis bivirgatus), tetapi pada ular cabai besar, ventralnya berwarna kemerahan.

Sedangkan sisik-sisik dorsal tersusun sebanyak 13 baris di bagian tengah badan, dengan sisik-sisik vertebral atau paling atas berukuran lebih besar dibandingkan sisik dorsal lainnya. Sisik ventral pada ular jantan sebanyak 220 sampai 236 buah, sedangkan pada ular betina sebanyak 193 sampai 217 buah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Bangunan Sekolah Dasar di K...
Megapolitan
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Be...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.