• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Lagi Jalan Kaki Buat Turun...

Lagi Jalan Kaki Buat Turun Berat Badan? Ini Cara Tracking yang Paling Efektif!

Rabu, 09 Jul 2025, 19:30 WIB

JAKARTA - Jalan kaki jadi salah satu olahraga paling simpel yang bisa kamu lakukan kapan pun dan di mana pun.

Tapi, kalau tujuan utamanya adalah buat nurunin berat badan, jangan asal jalan terus berharap angka di timbangan turun sendiri. Kamu butuh satu hal penting: tracking!

Ket. Foto: — Sumber: Vertical Wise

Pertanyaannya, apa yang harus kamu lacak? Apakah waktunya? Jarak tempuh? Atau jumlah langkah? Jawabannya ternyata nggak sesederhana yang kamu kira, dan bisa jadi salah satu dari ini justru jadi game changer buat progress kamu.

Kalau kamu baru mulai, melacak waktu (berapa menit kamu jalan kaki) bisa jadi pilihan terbaik. Mulailah dengan 5 atau 10 menit per hari. Kalau seminggu kemudian kamu ngerasa 10 menit jalan itu enteng, artinya badan kamu udah mulai beradaptasi, dan saatnya nambah durasi.

Nggak harus langsung 30 menit kok. Kamu bisa bagi jadi tiga sesi 10 menit dalam sehari. Konsisten dulu, baru pikirin soal ngebut.

Tracking waktu juga bikin kamu fokus sama kualitas gerakan, bukan sekadar angka. Kamu bisa atur tempo, tambah interval, atau bahkan pakai sesi jalan sebagai me-time buat healing dari stres.

Punya target 8.000 sampai 10.000 langkah per hari bisa jadi motivasi tersendiri. Apalagi kalau kamu suka tantangan dan merasa puas setelah berhasil achieve goal. 

Tapi jangan terjebak sama angka 10.000 yang viral itu. Riset bilang, 4.000 langkah per hari aja udah bisa bantu turunin risiko diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi. Jadi, kalau kamu cuma bisa 5.000 langkah, itu tetap jauh lebih baik daripada nol.

Yang penting, sesuaikan target langkahmu sama kondisi dan rutinitas harian. Kalau kamu terus-terusan gagal capai 10.000 langkah dan malah jadi stres, turunin targetnya. Bisa mulai dari 6.000 atau 7.500 langkah, dan naikin pelan-pelan.

Kalau kamu lebih suka tau berapa jarak yang udah ditempuh, tracking miles bisa jadi metode favorit. Misalnya kamu tau satu putaran komplek rumah sama dengan satu mil, tinggal kalikan aja kalau mau target lima mil sehari (sekitar 10.000 langkah).

Enaknya, tracking miles itu bikin kamu bisa lepas dari layar. Nggak perlu cek step counter terus. Kamu cukup jalan keliling blok sesuai targetmu — mau cepat, lambat, atau sambil dengerin podcast.

Tapi ingat, tetap perlu fleksibel. Kalau lagi capek atau kejar waktu, jangan maksain harus nyelesain jarak. Ingat, progress bukan soal perfect, tapi soal konsistensi.

Kalau tujuannya spesifik buat weight loss, banyak pelatih kebugaran dan ahli gizi setuju: tracking waktu adalah yang paling efektif.

Kenapa? Karena:

  1. Kamu jadi punya waktu khusus buat olahraga, bukan sekadar kumpulin langkah sepanjang hari.

  2. Lebih gampang buat nge-boost intensitas. Misalnya, minggu ini 30 menit jalan santai, minggu depan tambahin interval cepat 1 menit di tengah-tengah.

  3. Bisa bantu mental juga. Jalan kaki 30 menit bisa jadi therapy time — yang penting banget buat kestabilan emosi selama proses penurunan berat badan.

Tapi tentu aja, semua balik lagi ke apa yang bikin kamu semangat dan consistent. Ada yang cocok banget sama tracking langkah, ada juga yang lebih suka nargetin jarak. Yang paling penting: kamu jalan terus, bukan stuck di niat doang.

Mau tracking pakai menit, langkah, atau jarak, pastikan kamu melakukannya dengan cara yang realistis dan bisa kamu nikmati. Karena perubahan itu bukan hasil dari satu minggu semangat, tapi dari komitmen yang kamu jaga setiap hari.

Redaktur: Nayla Shabrina

Penulis: Nayla Shabrina, Nayla Shabrina

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.