Puluhan Orang Tinggalkan Pulau-Pulau di Jepang

Selasa, 08 Jul 2025, 02:30 WIB

TOKYO - Puluhan warga telah mengungsi dari pulau-pulau terpencil di selatan Jepang yang diguncang hampir 1.600 gempa dalam beberapa pekan terakhir, kata wali kota setempat pada Senin (7/7).

Tidak ada kerusakan fisik yang parah di Pulau Akuseki yang paling parah dilanda gempa, bahkan setelah gempa berkekuatan 5,1 skala Richter yang terjadi semalam, kata Genichiro Kubo.

Ket. Foto: Sejumlah warga dievakuasi dengan helikopter Pasukan Bela Diri Jepang setelah gempa mengguncang Kota Wajima pada Januari 2024 lalu. Pada Senin (7/7) dilaporkan puluhan warga pulau-pulau terpencil di selatan Jepang mengungsi menyusul terjadinya gempa. — Sumber: AFP/JIJI Press

Namun, guncangan yang terjadi hampir tanpa henti sejak 21 Juni telah menyebabkan stres yang parah bagi penduduk di daerah tersebut, dan banyak di antara mereka yang tidak bisa tidur.

Dari 89 penduduk Akuseki, 44 orang telah dievakuasi ke pusat regional Kagoshima pada Minggu (6/7), sementara 15 orang lainnya juga meninggalkan pulau lain di dekatnya, kata Kubo dalam sebuah konferensi pers.

Kota yang terdiri dari tujuh pulau berpenghuni dan lima pulau tak berpenghuni ini berjarak sekitar 11 jam perjalanan dengan kapal feri dari Kagoshima. Sejak 21 Juni, daerah tersebut telah mengalami apa yang disebut oleh para ahli seismologi sebagai sekumpulan 1.582 gempa.

Para ahli mengatakan bahwa mereka yakin gunung berapi bawah laut dan aliran magma mungkin menjadi penyebabnya. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak dapat memprediksi berapa lama gempa akan berlanjut.

"Kami tidak bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan. Kami tidak bisa melihat kapan ini akan berakhir," kata Wali Kota Kubo kepada wartawan.

Periode aktivitas seismik yang intens di daerah tersebut terjadi pada September 2023, ketika 346 gempa bumi tercatat, menurut Badan Meteorologi Jepang.

Sementara itu kantor berita NHK pada Senin melaporkan kelompok kedua pengungsi dari kepulauan terpencil yang dilanda gempa di Prefektur Kagoshima telah tiba di ibu kota prefektur tersebut di Kyushu, Jepang barat daya.

“Sebuah feri yang membawa 46 orang dari Pulau Akuseki dan Kodakara tiba di Pelabuhan Kagoshima pada Minggu sore,” lapor NHK.

NHK pun melaporkan bahwa kelompok pengungsi pertama telah tiba di Kota Kagoshima pada Jumat (4/7). Sebanyak 13 orang dari Akuseki dievakuasi setelah gempa kuat pada Kamis (3/7) lalu.

Aparat desa memperkirakan evakuasi akan berlangsung selama sepekan atau lebih, tetapi mereka mungkin mempertimbangkan untuk memperpanjang proses evakuasi tergantung pada situasi mengingat 23 orang masih berada di Akuseki dan 41 orang di Kodakara.

Otoritas setempat mengatakan akan mengambil tindakan berdasarkan permintaan warga. Mereka mengatakan akan mempertimbangkan untuk membuat pengaturan evakuasi kelompok ketiga jika lebih banyak orang ingin mengungsi.

Jepang adalah salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia, berada di atas empat lempeng tektonik utama di sepanjang tepi barat “Cincin Api” Pasifik.

Negara kepulauan yang dihuni oleh sekitar 125 juta orang ini biasanya mengalami sekitar 1.500 guncangan setiap tahun dan menyumbang sekitar 18 persen dari gempa bumi di dunia.

Beberapa turis asing telah menunda kunjungan mereka ke Jepang karena ketakutan yang tidak berdasar yang disebarkan oleh media sosial bahwa gempa besar akan segera terjadi.

Yang paling mengkhawatirkan adalah sebuah komik manga yang diterbitkan ulang pada tahun 2021 yang meramalkan bencana besar pada tanggal 5 Juli 2025, yang ternyata malapetaka bencana itu tidak terjadi. AFP/I-1

  • Gempa Jepang

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.