- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Rilis Daftar Tant...
Tiongkok Rilis Daftar Tantangan Sains dan Teknologi
Senin, 07 Jul 2025, 20:25 WIBBEIJING - Tiongkok pada Minggu (6/7) merilis daftar 30 isu paling krusial yang dianggap menjadi tantangan dalam pembangunan nasional, mulai dari pertanyaan ilmiah, tantangan di bidang teknik, hingga hambatan dalam pengembangan teknologi industri.
Asosiasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tiongkok (China Association for Science and Technology/CAST) mengumumkan daftar itu, yang ke-8 dari jenisnya sejak pertama kali diterbitkan pada 2018, dalam pertemuan tahunannya yang ke-27.
Menurut CAST, proses seleksi dilakukan secara ketat dengan pengawasan dari 80 masyarakat ilmiah tingkat nasional. Pada tahap awal, 56 ilmuwan strategis terkemuka menominasikan 90 isu yang mencakup 10 bidang utama, mulai dari ilmu dasar hingga teknologi manufaktur. Dari hasil seleksi itulah akhirnya disusun daftar 30 isu prioritas.
Daftar yang dipilih dengan cermat ini mencantumkan 10 masalah sains teratas di negara itu, termasuk klasifikasi topologi dan geometri manifold, serta sifat-sifat dan asal mula massa boson Higgs.
Sepuluh tantangan utama di bidang teknologi teknik berkaitan dengan aplikasi terobosan. Di antaranya, tantangan penting mencakup pengembangan algoritme terpadu untuk desain, simulasi, dan pembuatan model yang kompleks, serta pengembangan sistem jaringan yang disederhanakan menggunakan AI yang mengintegrasikan komunikasi dan kecerdasan.
CAST juga mengumumkan 10 isu teknologi industri teratas Tiongkok, yang membutuhkan fokus untuk mengatasi hambatan manufaktur dan aplikasi yang kritis, dengan area prioritas termasuk teknologi penambangan otonomos untuk pemanfaatan sumber daya ruang angkasa, serta penilaian fungsi otak dan intervensi cerdas otak-komputer lingkaran (loop) tertutup.
Secara khusus, perpaduan antara AI dan berbagai disiplin ilmu merupakan jalur penting untuk memecahkan tantangan mendasar, yang mencakup jaringan komunikasi yang aman dan solusi perawatan kesehatan yang canggih.
Menurut CAST, masalah utama yang paling mendesak di bidang ilmu pengetahuan terdepan (frontier), yang dipilih langsung oleh para ilmuwan, adalah pengembangan "teori baru dan kerangka kerja perlindungan untuk keamanan AI berdasarkan pendekatan kriptografi".
Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan AI secara global, kerentanan keamanannya menjadi semakin kritis. Pendekatan kriptografi terhadap keamanan menawarkan pergeseran yang menjanjikan dari pertahanan reaktif ke paradigma keamanan yang dapat diverifikasi secara matematis.
"Kriptografi memainkan peran ganda," ujar Wang Xiaoyun, seorang akademisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences/CAS).
"Di satu sisi, sangat penting untuk melindungi privasi data dan informasi dalam sistem AI. Di sisi lain, prinsip-prinsip kriptografi seperti kerangka kerja keamanan yang dapat dibuktikan dapat membantu mengatasi ancaman seperti deepfake, memastikan AI tetap andal, aman, dan dapat dikendalikan," ujar Wang.
Menekankan bahwa penelitian kriptografi untuk keamanan AI merupakan bidang frontier interdisipliner yang sedang berkembang, sementara penelitian global juga berkembang secara bersamaan, Wang berkata, "Dengan menominasikan masalah ini, kami berharap dapat menarik perhatian lebih banyak pakar di bidang AI dan kriptografi pada bidang yang terus berkembang ini."
Daftar 10 tantangan teknologi teknik teratas juga menampilkan solusi komunikasi yang berpusat pada AI, yakni menciptakan sistem jaringan yang disederhanakan dengan AI yang mengintegrasikan komunikasi dan kecerdasan.
Zhang Ping, seorang akademisi dari Akademi Teknik Tiongkok (Chinese Academy of Engineering), menyoroti hambatan yang saat ini mengganggu sistem komunikasi.
"Bidang tersebut menghadapi keterbatasan teoretis, kurangnya kecerdasan yang melekat, dan ketidakfleksibelan, kesulitan untuk memenuhi permintaan akan kecerdasan yang menyeluruh dan pembangunan berkelanjutan," ujar Zhang.
Jaringan yang disederhanakan dengan AI menawarkan arsitektur sistem baru dengan menggabungkan komunikasi secara mendalam dengan AI, yang secara signifikan menyederhanakan desain.
"Tantangan mendasar dalam komunikasi adalah bandwidth yang lebih lebar dan kecepatan yang lebih tinggi menuntut lebih banyak sumber daya," kata Zhang.
"Ini seperti memperluas jalan -- lebih banyak jalur atau jalan yang lebih lebar yang membutuhkan lebih banyak lahan. Berkembangnya interaksi alami yang didukung oleh AI memberikan sebuah mesin baru untuk mengurangi konsumsi sumber daya dan pemborosan daya komputasi dalam sistem komunikasi," imbuhnya.
Tantangan teknologi medis yang terdaftar juga menampilkan integrasi AI. Salah satu isu teknologi industri utama berfokus pada penilaian fungsi otak dan intervensi cerdas otak-komputer loop tertutup, yang mengusulkan penggunaan neuroimaging multimodal yang dikombinasikan dengan analisis AI dan antarmuka otak-komputer untuk meningkatkan plastisitas saraf dan reorganisasi untuk rehabilitasi strok.
Inisiatif tahun ini secara unik memasangkan ilmuwan strategis senior dengan rekan-rekan yang lebih muda, yang berperan sebagai sekretaris akademis dan terlibat dalam menafsirkan serta menyempurnakan masalah-masalah yang dinominasikan.
Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan seleksi yang otoritatif sembari secara aktif mengembangkan bakat penelitian generasi berikutnya, kata CAST. Ant/Xinhua
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.