Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perpusnas Siap Buka 10 Ribu Titik Baca Baru Mudahkan Akses Buku Gratis

📅 Senin, 07 Jul 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Perpusnas Siap Buka 10 Ribu Titik Baca Baru Mudahkan Akses Buku Gratis Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.
Ket. Kepala Perpusnas E Aminudin Aziz (kiri), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti (tengah), Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP IPI) periode 2022-2025 T. Syamsul Bahri (kanan) dalam peringatan Hari Pustakawan Indonesia

Jakarta -- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) siap meningkatkan minat dan kecakapan literasi masyarakat dengan membuka 10 ribu titik baca di berbagai lokasi baru yang semakin memudahkan dan mendekatkan akses publik terhadap buku gratis.

Kepala Perpusnas Aminudin Aziz mengatakan pihaknya siap membuka 10 ribu titik baca pada tahun ini, termasuk diantaranya di perpustakaan sekolah, desa, rumah ibadah, terminal, hingga bandara.

“Misalnya bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menggerakkan perpustakaan di sekolah, Kementerian Desa menggerakkan perpustakaan desa, dan Kementerian Agama kita menggerakkan perpustakaan yang ada di rumah ibadah," kata Aminudin dalam kegiatan gelar wicara bertajuk "Mengokohkan Jati Diri dan Peran Pustakawan melalui Penetapan 7 Juli sebagai Hari Pustakawan Indonesia" di Perpusnas Jakarta pada Senin.

Ia menambahkan Perpusnas juga siap menambah lebih dari seribu titik baca lain menjelang akhir tahun ini, yang akan dibuka di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan puskesmas, dengan rinciannya adalah 563 perpustakaan di lapas dan 500 di puskesmas.

"Mungkin pertanyaannya kok ke sana? Kami ingin menegaskan bahwa ini adalah ikhtiar yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional, karena bagaimanapun hak untuk membaca, hak untuk memiliki akses kepada bacaan, adalah hak semua orang," imbuhnya.

Aminudin berharap adanya titik baca di puskesmas dapat membantu para pengunjung dan pasien untuk menghibur diri, sekaligus memanfaatkan waktu luang dengan membaca buku sembari menunggu untuk mendapatkan layanan kesehatan.

"Ketika kita menunggu di puskesmas, menunggu layanan dokter dan perawat, daripada membiarkan orang rewel gitu ada bacaan di situ. Maka itu adalah cara supaya orang juga bisa nyaman sambil menunggu dan sambil menimba ilmu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.