Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sumsel Targetkan Perbaikan 5.800 RTLH Masyarakat Miskin

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sumsel Targetkan Perbaikan 5.800 RTLH Masyarakat Miskin Doc: Antara
Ket. Kawasan permukiman penduduk di Kota Palembang.

Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan perbaikan sekitar 5.800 unit rumah tidak layak huni (RTLH) milik masyarakat miskin yang tersebar pada 17 kabupaten/kota dalam wilayah itu pada 2025.

"Bantuan perbaikan RTLH melalui program bedah rumah itu diberikan sebagai wujud kepedulian Pemprov meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin," ujar Sekda Sumsel, Edward Chandra di Palembang, Ahad (6/7).

Menurut dia, melalui kegiatan bedah rumah itu diharapkan dapat membantu masyarakat miskin memiliki rumah yang layak huni, baik dari sisi prasarana, sarana dan utilitas umum.

Untuk menentukan siapa saja masyarakat yang berhak menerima bantuan perbaikan rumahnya, pihaknya bekerja sama dengan pemkab/pemkot di wilayah provinsi ini untuk melakukan pendataan.

Dengan pendataan bersama petugas di daerah setempat, diharapkan dapat dilakukan pengecek langsung ke lapangan mengenai kondisi rumah yang tidak layak huni dan masyarakat miskin yang benar-benar berhak menerima bantuan perbaikan rumahnya.

Untuk menyukseskan program bedah rumah itu, pihaknya mengharapkan partisipasi dari semua pihak dan lapisan masyarakat untuk membantu pendataan dan pengecekan lapangan.

"Jika masyarakat mengetahui ada warga miskin di lingkungan tempat tinggalnya hidup di rumah tidak layak huni, dapat menginformasikannya kepada aparat pemerintah daerah setempat untuk dilakukan pengecekan lapangan apakah layak atau tidak dibantu perbaikan rumahnya," ujar Sekda Sumsel, Edward Chandra.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumsel, Novian Aswardani mengatakan program bedah RTLH sesuai visi dan misi Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang.

"Melalui program tersebut diharapkan selama periode kepemimpinan pasangan Gubernur dan Wagub Sumsel itu pada 2025-2030 tidak ada lagi masyarakat miskin yang tinggal bersama keluarganya di rumah tidak layak huni," jelas Novian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

42 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.