Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat Permanen: Kemensos Siapkan Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Bandung

📅 Minggu, 06 Jul 2025, 07:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekolah Rakyat Permanen: Kemensos Siapkan Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Bandung Doc: Antara Foto
Ket. Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Idit Supriadi Priatna (kanan) dan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Alfreno Kautsar Ramadhan memberikan keterangan di Poltekesos Bandung, Sabtu (5/7/2025).

Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan lokasi Sekolah Rakyat permanen yang telah siap dibangun di Jawa Barat pada tahun 2025 ini, salah satunya di Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Idit Supriadi Priatna mengatakan Sekolah Rakyat di Ciwidey ini nantinya akan menjadi lokasi permanen sekolah bagi rakyat miskin itu di Kabupaten Bandung, menggantikan fasilitas yang kini disiapkan di Kompleks Si Jalak Harupat.

"Yang sudah siap antara lain tahun ini tidak salah di Kabupaten Bandung, yakni di Ciwidey. Sekolah sementaranya (untuk Kabupaten Bandung) sekarang di Jalak Harupat. Nanti akan dibangun di Ciwidey dan saat ini juga sudah ada beberapa di Provinsi Jawa Barat menyiapkan lahan," kata Idit di Bandung, Sabtu.

Calon Sekolah Rakyat di Ciwidey, kata Idit, sudah memenuhi beberapa persyaratan yang dibutuhkan, antara lain memiliki luas tanah sedikitnya 6-7 hektare, kontur tanah yang telah rata atau tidak boleh melampaui 10 derajat, dokumen legalitas tanahnya jelas dan bersih. 

"Kemudian tidak boleh dilalui Sutet, dan tidak boleh dekat dengan sungai, jadi ada beberapa syarat ya," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut lokasi detail Sekolah Rakyat di Ciwidey itu.

Dia mengatakan pada Sekolah Rakyat permanen, nantinya akan terdiri atas berbagai tingkatan mulai dari SD, SMP, dan SMA dalam satu kompleks, tetapi berbeda-beda gedung.

"Nanti terpisah, tidak digabung, itu juga untuk menghindari nanti jangan sampai terjadi bullying dan sebagainya. Nanti pokoknya ini semua dibikin aman," ujarnya.

Sekolah Rakyat diproyeksikan untuk didirikan di seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan kini, kata Idit, tengah dilakukan survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Karena PU yang memiliki kewenangan, mana yang layak untuk dibangun, mana yang tidak layak, mana yang belum layak," ucapnya.

ANTARA mencatat, Program Sekolah Rakyat yang beberapanya akan mulai beroperasi 14 Juli 2025 ini, merupakan sekolah berasrama yang menyediakan pendidikan 100 persen gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Seluruh biaya pendidikan, akomodasi, dan kebutuhan dasar siswa ditanggung oleh negara. Program ini menjadi bagian dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk memuliakan keluarga miskin dan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari kelompok ekonomi terendah.

Calon siswa yang dapat mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat akan ditentukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang telah diintegrasikan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Mereka yang berasal dari desil 1 dan desil 2 atau kelompok paling miskin dalam DTSEN menjadi prioritas utama, terutama anak-anak yang tidak lagi tercatat di Dapodik alias putus sekolah.

Pelaksanaan Sekolah Rakyat dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial, sementara rekrutmen guru dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.