Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terjebak dalam Hubungan Nggak Sehat? Ini Tandanya Kamu Sedang dalam Codependent Relationship!

5 Rabu, 02 Jul 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Terjebak dalam Hubungan Nggak Sehat? Ini Tandanya Kamu Sedang dalam Codependent Relationship! Terjebak dalam Hubungan Nggak Sehat? Ini Tandanya Kamu Sedang dalam Codependent Relationship! Doc: Forbes

JAKARTA - Hubungan yang saling mendukung, saling mengisi, dan sehat secara emosional memang jadi impian banyak orang. Tapi sayangnya, nggak semua hubungan berjalan seimbang.

Ada kalanya, satu pihak terus memberi tanpa henti, sementara pihak lain terus menerima tanpa sadar, atau bahkan sengaja. Inilah yang disebut dengan codependent relationship, hubungan yang secara diam-diam bisa menggerogoti kesehatan mental dan identitas diri kita.

Apa Itu Hubungan Codependent?

Dalam hubungan codependent, biasanya ada dua peran utama: si pemberi (sering disebut caretaker atau enabler) dan si penerima (taker).

Si pemberi akan selalu memprioritaskan kebutuhan, perasaan, dan kebahagiaan orang lain di atas dirinya sendiri. Mereka bisa mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kesehatan mental dan fisik demi orang yang mereka cintai, dengan harapan cinta itu akan dibalas, meski sering kali tidak.

Sementara si taker mungkin tidak menyadari bahwa mereka mengambil terlalu banyak dari pasangannya. Mereka terbiasa dimanjakan, dibantu, dan bahkan "diselamatkan" dari setiap masalah. Akhirnya, hubungan ini jadi berat sebelah, penuh ketergantungan, dan jauh dari kata sehat.

Tanda-Tanda Kamu Terjebak dalam Peran Caretaker

Kalau kamu merasa sulit bilang “tidak”, terus-menerus merasa bersalah saat ingin memprioritaskan diri sendiri, atau merasa identitasmu hanya ada saat kamu “dibutuhkan”, bisa jadi kamu sedang memainkan peran caretaker.

Bahkan, kamu mungkin sampai lupa apa sebenarnya yang kamu inginkan atau butuhkan karena selama ini fokus hidupmu adalah orang lain.

Sering juga terjadi, si pemberi merasa bahwa mereka bisa “mengubah” atau “menyelamatkan” pasangannya. Mereka merasa bertanggung jawab atas emosi dan tindakan si taker. Tapi kenyataannya, hal ini justru menjebak mereka dalam hubungan yang makin lama makin menyedihkan.

Bisa Jadi, Kamu Justru Si Taker

Buat kamu yang merasa pasangan selalu ada buat kamu bahkan saat kamu salah, atau kamu sadar kamu lebih sering menerima daripada memberi, bisa jadi kamu ada di posisi taker.

Ini bukan berarti kamu orang jahat, tapi bisa jadi kamu belum sadar bahwa sikapmu menciptakan dinamika nggak sehat dalam hubungan kalian.

Misalnya, kalau kamu merasa pasanganmu nggak akan pernah ninggalin kamu apapun yang terjadi, atau kamu bergantung pada mereka untuk segala hal—dari hal kecil sampai keputusan besar—ini bisa jadi sinyal bahaya.

Apalagi kalau kamu menyalahkan pasangan setiap kali ada masalah, padahal belum tentu mereka penyebabnya.

Hubungan Codependent Bisa Terjadi di Mana Saja

Bukan cuma dalam hubungan romantis, codependency juga bisa terbentuk antara anak dan orangtua, antar teman, bahkan di lingkungan kerja. Misalnya, anak yang tumbuh bersama orangtua dengan gangguan emosi atau kecanduan bisa terbiasa menekan perasaannya demi meredam konflik di rumah.

Atau seseorang yang jadi satu-satunya perawat anggota keluarga yang sakit kronis, bisa tanpa sadar kehilangan jati dirinya karena terlalu sibuk mengurus orang lain. Di hubungan pasangan, bisa terjadi saat seseorang dididik untuk jadi people pleaser dan rela melakukan apa pun agar pasangannya bahagia, walau dirinya sendiri tersiksa.

Hubungan codependent bisa bikin seseorang kehilangan kepercayaan pada diri sendiri, sulit berkata jujur, atau merasa harus berbohong demi menghindari konflik. Mereka juga bisa merasa terisolasi, mudah marah, takut ditinggal, dan susah ambil keputusan sendiri.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang terjebak dalam hubungan seperti ini cenderung memandang hubungan mereka bermasalah, dan sering menilai cara pasangan mereka mengatasi masalah dengan sangat kritis. Artinya, mereka nggak cuma kehilangan kepercayaan pada diri sendiri, tapi juga pada orang lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Megapolitan
21.000 Prajurit TNI AL BKO ...
Luar Negeri
RI Desak Negara Maju Penuhi...
Luar Negeri
Inggris dan Uni Eropa Pangk...

BNPB Sebut Karhutla Masih Ancam Sejumlah Daerah

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB Sebut Karhutla Masih A...

Mengapa Makanan Pendamping ASI Tak Boleh Ditambahi Bawang

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Mengapa Makanan Pendamping ...
Luar Negeri
Dubes: AS Bidik Ekonomi Dig...

Mendag: Surplus Dagang RI Capai Rp192,70 Triliun

44 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag: Surplus Dagang RI C...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.