Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beras Lama Terus Didorong ke Pasar, Publik Cuma Bisa Terima?

📅 Rabu, 02 Jul 2025, 17:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beras Lama Terus Didorong ke Pasar, Publik Cuma Bisa Terima? Doc: ANTARA/ Ogen
Ket. Stok cadangan beras pemerintah (CBP) di Gudang Bulog Tanjungpinang, Kepri.

JAKARTA – Stok beras yang terlalu lama disimpan akan menjadi beban bagi Bulog karena membutuhkan biaya perawatan dan penyimpanan. Penyaluran yang tepat waktu akan mengurangi beban ini.

Penyaluran beras stok lama, terutama melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dapat membantu menjaga ketersediaan beras di masyarakat dengan harga terjangkau.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan beras stok lama akan tersalurkan pada akhir tahun ini, menyusul adanya kekhawatiran terkait kualitas beras lama yang tersimpan di gudang.

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI-yang membidangi pertanian, kehutanan, dan kelautan--di Jakarta, Rabu (2/7), Amran menjelaskan bahwa dari 1,7 juta ton beras stok lama yang ada, sebanyak 1,5 juta ton akan segera dikeluarkan.

Dari jumlah tersebut sebanyak 360 ribu ton beras akan segera dikeluarkan untuk bantuan sosial (bansos), sementara 1,2 juta ton lainnya akan dialokasikan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). ????

???Amran menyebut penyaluran beras bansos 360 ribu ton diperkirakan akan tuntas pada Juni-Juli, sementara SPHP masih akan berjalan hingga Desember.

“Insyaallah pada akhir tahun, semua beras di gudang (Bulog) akan menjadi beras baru,” katanya.

Dijelaskan pula bahwa dari 1,7 juta ton stok beras lama pasti ada beberapa yang masih tergolong baik, mengingat sebagian di antaranya merupakan beras impor yang masuk pada Desember tahun lalu, bahkan ada yang tiba hingga Januari.

Amran lebih lanjut menekankan kehati-hatian dalam menyalurkan beras SPHP. Distribusi tidak akan dilakukan di wilayah dengan harga beras yang sudah rendah, seperti di Sumatera Selatan, khususnya daerah rawa, untuk menghindari dampaknya pada harga pasar lokal.

Namun, Amran menyebut pengiriman SPHP akan difokuskan secara mutlak ke Papua, di mana harga beras akan dipantau ketat per kabupaten.

Terkait beras yang kualitasnya tidak layak konsumsi, Amran menegaskan tidak akan menyalurkannya kepada masyarakat. Menurut dia, beras dengan kualitas buruk, baik impor maupun dalam negeri, akan dijual untuk pakan ternak.

“Jika kualitasnya tidak bagus, kami sudah sampaikan kepada Bulog, jangan diberikan kepada masyarakat. Karena itu pasti akan menimbulkan keributan lagi, pernah dulu terjadi," tuturnya.

Mentan memperkirakan sekitar 100 ribu ton beras per tahun disiapkan untuk kondisi tidak 100 persen baik. Beras yang rusak tidak akan dijual kepada pihak tertentu karena berisiko dipoles kembali dan dijual sebagai beras baru. Ia berkomitmen untuk menahan beras rusak dan memastikan tidak beredar di pasaran untuk konsumsi masyarakat.

Pengetatan ini dilakukan berdasarkan pengalaman pahit pada tahun 2016-2017, di mana beras berkutu sempat beredar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Korut Uji Senjata Hipersonik Canggih

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Uji Senjata Hipersoni...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.