Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ngeri! Teror Jarum Suntik di Keramaian Eropa Incar Perempuan Muda

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 06:02 WIB | Oleh:
Ngeri! Teror Jarum Suntik di Keramaian Eropa Incar Perempuan Muda Doc: The Times

Paris - Musim panas di Eropa biasanya diisi dengan konser terbuka, festival, dan acara besar yang meriah. Namun, di balik keseruan itu, terdapat ancaman yang mengintai perempuan muda. Kasus penusukan dengan jarum suntik di keramaian mulai menghantui kalangan perempuan di Eropa, terutama di Prancis.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, sebanyak 145 perempuan telah melaporkan kasus serupa ke kantor polisi setelah insiden di Fête de la Musique. Mayoritas korbannya adalah perempuan muda berusia antara 14 dan 20 tahun yang melaporkan bahwa mereka tiba-tiba merasa kena tusuk di tengah kerumunan, terutama di bagian lengan atau bahu.

Kasus-kasus ini telah membawa polisi untuk menyelidiki insiden-insiden terkait di beberapa kota seperti Paris, Metz, Rouen, dan Tours. Penusukan jarum suntik terhadap perempuan di keramaian dianggap sebagai bentuk kekerasan seksual yang mengancam keselamatan perempuan muda.

Apa itu "Needle Spiking"?

"Needle Spiking" adalah penusukan diam-diam dengan jarum atau suntikan yang diduga digunakan untuk membuat korban kehilangan kesadaran atau tak berdaya. Korban biasanya adalah perempuan muda yang berada di kerumunan padat, seperti di lantai dansa festival atau acara besar.

Gejala-gejala yang dialami korban termasuk rasa pusing, mual, dan lemas. Namun, masih belum jelas apakah suatu zat benar-benar disuntikkan kepada korban. Banyak dokter dan ahli forensik meragukan bahwa suntikan bisa dilakukan tanpa disadari karena korban bergerak cepat dan proses injeksi memerlukan waktu.

Zat Apa yang Diduga Digunakan?

Dalam kasus "drink spiking", zat GHB (gamma-hydroxybuttersäure) sering digunakan sebagai "zat rudapaksa" atau ekstasi cair. GHB dapat menimbulkan efek relaksasi, euforia, dan rangsangan seksual, tetapi juga dapat menekan detak jantung dan pernapasan. Dalam dosis sangat tinggi, GHB dapat menyebabkan hilang kesadaran.

Selain GHB, zat sedativa seperti anestesi ketamin dan benzodiazepin juga diduga digunakan sebagai obat penenang. Namun, sulit untuk membuktikan apakah ada zat yang disuntikkan atau jika ya, zat mana yang digunakan karena zat-zat tersebut cepat diurai tubuh.

Ancaman ini membuat perempuan muda harus lebih waspada dan berhati-hati saat menghadiri acara-acara besar di Eropa. Polisi dan pihak berwenang terus berupaya untuk menyelidiki kasus-kasus ini dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan muda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.