Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Terjadi Insiden di Gunung, Kemenhut Perketat Pengawasan Pendakian Agar Tak Jadi Ajang FOMO

📅 Senin, 30 Jun 2025, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak Terjadi Insiden di Gunung, Kemenhut Perketat Pengawasan Pendakian Agar Tak Jadi Ajang FOMO Doc: ANTARA
Ket. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala Basarnas Mohammad Syafii memberikan keterangan terkait hasil pertemuan membahas evaluasi SAR gunung, di Kantor Basarnas, , Jakarta, Senin (30/6/2025).

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pemerintah akan memperketat pengawasan dan mengevaluasi total prosedur keselamatan pendakian gunung agar tak lagi dijadikan ajang “ikut-ikutan” atau Fear Of Missing Out (FOMO) bagi para pendaki.

“Naik gunung itu tidak sama dengan ke mal. Perlu persiapan fisik, mental, dan perlengkapan yang memadai. Jangan hanya ikut tren, karena keselamatan tidak boleh dipertaruhkan,” kata Menhut Raja Juli Antoni saat ditemui di Jakarta, Senin (30/6).

Pernyataan Menhut terkait insiden pendaki asal Brasil, Juliana Marins (27), yang dilaporkan hilang di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu (21/6). Setelah lima hari pencarian pendaki tersebut ditemukan meninggal dunia di dasar jurang berbatu, sekitar 600 meter di bawah jalur pendakian.

Terkait hal itu, lanjutnya, pemerintah akan memperkuat dua sisi sekaligus yakni meningkatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sarana prasarana, serta mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih bertanggung jawab dalam aktivitas pendakian gunung.

Komitmen tersebut dinilai sebagai bentuk pemerintah tidak anti kritik sebagaimana peristiwa evakuasi korban Juliana yang dinilai oleh warganet di Brazil belum memuaskan dalam segi kecepatan.

“Kami akan evaluasi total SOP, memperbanyak posko di jalur pendakian, dan menyiapkan teknologi seperti RFID yang terpasang di gelang pendaki, supaya bisa cepat terdeteksi kalau ada kondisi darurat,” ujar Menhut.

Selain itu Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga akan melakukan sertifikasi pemandu gunung dan menyusun peringkat potensi kedaruratan setiap gunung. Misalnya kalau belum punya pengalaman di gunung risiko rendah, jangan langsung naik ke gunung yang risikonya tinggi.

Terkait upaya tanggap darurat, pihaknya menilai tim SAR dari Basarnas telah memiliki sertifikasi internasional dan berkali-kali mendapat pengakuan baik, termasuk peringkat empat besar di Asia Pasifik hampir setara dengan Amerika Serikat (AS) dan Kanada.

Meski dengan kapasitas tersebut, menurutnya, Basarnas masih perlu diperkuat melalui kemitraan dengan para relawan kegiatan alam terbuka yang profesional, seperti Agam Rinjani dan Tyo Survival yang menjadi relawan untuk mengevakuasi jasad Juliana Marins.

Kemenhut bersama Basarnas dan lembaga terkait lainnya juga sedang menyiapkan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan berbagai pihak agar respon darurat makin cepat.

“Kita ini negara ring of fire. Peristiwa ini bisa terjadi di mana saja. Basarnas sudah baik, tapi juga didukung kerelawanan luar biasa masyarakat kita dan tentunya sarana prasarana SAR penting disiapkan,” ujar Menhut.

Dia menekankan kesadaran dari para pendaki untuk mempersiapkan fisik dan mental sebelum melakukan perjalanan sangat penting, karena semua kemungkinan dapat terjadi bila kondisi individu tidak dalam kondisi maksimal.

“Imajinasi kita soal naik gunung jangan disamakan dengan pergi ke kantor, liburan, ini perlu latihan fisik, perlengkapan lengkap, dan kesiapan mental,” ujar Menhut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.