Trump: Serangan AS ke Iran dan Bom Hiroshima “Akhiri Perang”

Kamis, 26 Jun 2025, 01:35 WIB

DEN HAAG - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Rabu (25/6), menyatakan ada persamaan antara serangan negara adidaya tersebut ke Iran dan keputusan negaranya menjatuhkan bom atom di Jepang dalam perang dunia kedua sama-sama mengakhiri perang.

“Mereka menghabiskan triliunan dollar untuk mencoba melakukan hal ini, dan mereka tidak berhasil mewujudkannya, dan kami sebenarnya berhubungan baik dengan mereka saat ini,” kata Trump dalam Konprensi Tingkat Tinggi (KTT) Aliansi Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) di Den Haag Belanda.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: JOHN THYS/AFP

“Tetapi apakah kita tidak berhasil dengan serangan itu? Serangan itu mengakhiri perang. Serangan itu mengakhiri perang. Saya tidak ingin menggunakan contoh Hiroshima, saya tidak ingin menggunakan contoh Nagasaki, tetapi pada dasarnya hal yang sama yang mengakhiri perang itu. Ini mengakhiri itu, ini mengakhiri perang itu. Jika kita tidak menghilangkannya, mereka akan bertempur sekarang.”

Menurut laporan Pentagon, serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran hanya menunda program selama beberapa bulan. Dikutip dari The Guardian, temuan Badan Intelijen Pertahanan menunjukkan pernyataan Trump bahwa situs-situs itu 'dihancurkan' mungkin berlebihan.

Penilaian rahasia awal AS atas serangan terhadap fasilitas nuklir Iran selama akhir pekan menunjukkan serangan itu tidak menghancurkan dua lokasi dan kemungkinan hanya menunda program nuklir beberapa bulan, menurut dua orang yang mengetahui laporan tersebut.

Laporan yang dihasilkan oleh Badan Intelijen Pertahanan atau Defense Intelligence Agency (DIA), menyimpulkan komponen utama program nuklir, termasuk sentrifus, mampu dihidupkan kembali dalam waktu beberapa bulan.

Laporan itu juga menemukan bahwa sebagian besar persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran dapat digunakan untuk kemungkinan senjata nuklir telah dipindahkan sebelum serangan dan mungkin telah dipindahkan ke lokasi nuklir rahasia lain yang dikelola oleh Iran.

Liputan media mengenai penilaian DIA tampaknya membuat Trump marah, yang pada Selasa malam menuduh media berita meremehkan serangan militer tersebut dengan mengatakan serangan itu hanya menghambat program nuklir Iran beberapa bulan.

“Lokasi nuklir di Iran benar-benar hancur!” tulis Trump dalam huruf kapital di platform Truth Social miliknya.

Gedung Putih juga membantah penilaian intelijen tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh CNN. “Kebocoran penilaian yang dituduhkan ini merupakan upaya yang jelas untuk merendahkan Presiden Trump, dan mendiskreditkan pilot pesawat tempur pemberani yang melaksanakan misi yang dieksekusi dengan sempurna untuk menghancurkan program nuklir Iran,” kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.