LPS Mengajak Pelaku UMKM di Solo Kenali Risiko dan Peluang Bisnis di Era Digital

Kamis, 26 Jun 2025, 16:17 WIB

SOLO- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Kamis (26/6) mengajak para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Solo untuk lebih memahami literasi keuangan dengan baik. Hal itu penting karena pemahaman literasi keuangan memungkinkan pelaku usaha untuk lebih memahami berbagai risiko keuangan seperti risiko likuiditas, kredit, maupun operasional, serta dapat berpengaruh pada pengambilan keputusan keuangan yang lebih bijak.

Sekretaris Lembaga LPS, Jimmy Ardianto saat berbicara dalam acara Cerdas Finansial di Era Digital, di Hotel Sunan, Solo, Kamis (26/6) mengatakan literasi keuangan bagi pelaku UMKM yang memadai akan meningkatkan kemampuan mereka menyusun laporan keuangan sederhana, mengevaluasi kelayakan usaha, hingga mengelola arus kas yang lebih baik. 

Ket. Foto: Sekretaris Lembaga LPS, Jimmy Ardianto (tengah) bersama pelaku UMKM usai berbicara dalam acara Cerdas Finansial di Era Digital, di Hotel Sunan, Solo, Kamis (26/6) — Sumber: istimewa

“Dengan literasi, pelaku UMKM dapat menyiapkan buffer atau dana cadangan yang sehat sebagai bagian dari strategi jika terjadi risiko keuangan,” papar Jimmy.

Menurutnya, Pelaku usaha sebaiknya memiliki anggaran bulanan dan rencana pengeluaran, agar dapat mengidentifikasi potensi surplus kas yang dapat dialokasikan untuk cadangan. Untuk membentuk dana cadangan, pelaku usaha disarankan untuk menyisihkan sebagian dari laba bersih secara rutin, misalnya 5–10 persen setiap bulan, dan menyimpannya dalam rekening terpisah yang tidak digunakan untuk kebutuhan operasional harian.

“Idealnya, dana ini disimpan pada instrumen yang aman dan likuid, seperti tabungan bisnis atau deposito jangka pendek, agar tetap mudah diakses saat dibutuhkan namun tidak mudah tergoda untuk digunakan secara impulsif. Intinya, manfaatkanlah layanan keuangan dengan baik, sebab setiap bank yang beroperasi di Indonesia adalah peserta penjaminan LPS,” jelas Jimmy. 

Faktor Keamanan

Dia juga menyampaikan bahwa di era sekarang ada banyak penawaran menggunakan produk dan layanan dari bank yang dinamakan bank digital. Adapun, prinsipnya bank digital sama dengan bank-bank lain yang menjadi peserta penjaminan LPS, sehingga para pelaku UMKM bisa memanfaatkan layanan dan produk simpanan dari bank digital tadi.

“Tinggal para pelaku usaha memperhatikan faktor keamanannya termasuk simpanan yang dijamin, salah satu syarat simpanannya dijamin LPS adalah tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan atau TBP LPS, dimana TBP rupiah yang berlaku saat ini untuk Bank Umum sebesar 4 persen, untuk BPR 6,50 persen dan simpanan dalam Valuta Asing (Valas) 2,25 persen,“ tambahnya. 

Pada kesempatan tersebut, Jimmy juga berpesan kepada para pelaku UMKM agar memperhatikan manajemen risiko dan pengelolaan keuangan. Sebagaimana diketahui, ada beberapa UMKM gagal bukan karena tidak punya pasar atau produk yang baik, tetapi karena tidak mampu mengelola keuangan secara disiplin.

“Risiko terbesar sering kali muncul bukan dari luar, melainkan dari dalam usaha itu sendiri. Dengan mencatat keuangan secara rutin, menyisihkan dana cadangan, dan mulai memahami risiko usaha, pelaku UMKM dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan menjaga kelangsungan usahanya dalam situasi apa pun. Kedisiplinan finansial bukan hanya soal bertahan, tapi juga soal tumbuh dengan sehat dan berkelanjutan,” katanya. 

Sebagai informasi, LPS terus berkomitmen menjalankan peran dalam membangun kesadaran masyarakat, termasuk pelaku UMKM, melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi publik. Dalam berbagai forum sosialisasi yang dilakukan di berbagai daerah, LPS tidak hanya menyampaikan informasi terkait fungsi dan mekanisme penjaminan simpanan serta peran LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam pengelolaan keuangan, memahami pentingnya menabung di bank, serta menghindari praktik keuangan yang berisiko.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.