• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kombinasi Dua Obat Terapi ...

Kombinasi Dua Obat Terapi Kanker Tingkatkan Harapan Hidup

Kamis, 26 Jun 2025, 22:11 WIB

SEBUAH koktail obat kanker yang disetujui Food and Drug Administration (FDA), atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat yaitu trametinib dan rapamycin, meningkatkan harapan hidup tikus laboratorium. Obat ini disebut dapat membantu manusia menua lebih baik, demikian temuan studi baru.

Para peneliti telah menemukan bahwa koktail dari dua obat kanker dapat meningkatkan harapan hidup tikus hingga sekitar 30 persen, menurut sebuah studi baru. Kedua obat tersebut, trametinib dan rapamycin, sama-sama efektif dalam memperpanjang umur tikus jika diberikan secara terpisah.

Ket. Foto: Kombinasi rapamycin dan trametinib memperpanjang umur tikus. — Sumber: K Link/Max Planck Institute for Biology of Aging

Namun jika kedua obat diberikan secara bersama menawarkan manfaat yang lebih besar lagi. Obat-obatan tersebut juga mengurangi peradangan kronis dan menunda perkembangan kanker pada tikus yang menua.

Namun, tikus bukanlah manusia. Jadi temuan baru ini tidak serta-merta berarti bahwa orang akan hidup lebih lama dengan mengonsumsi obat-obatan ini (di luar penggunaan yang diresepkan saat ini). Namun, penulis studi mencatat bahwa obat-obatan tersebut, telah disetujui oleh FDA sebagai kandidat yang baik untuk uji coba pada manusia.

Laporan penelitian yang diterbitkan pada tanggal 28 Mei di jurnal Nature Aging, memaparkan eksplorasi cara-cara untuk membantu orang tua menua dengan lebih baik. Para peneliti menerbitkan studi mereka tentang potensi manfaat umur panjang dari obat-obatan yang disetujui FDA ini.

“Meskipun kami tidak mengharapkan perpanjangan serupa pada rentang hidup manusia seperti yang kami temukan pada tikus, kami berharap obat-obatan yang kami selidiki dapat membantu orang untuk tetap sehat dan bebas penyakit lebih lama di usia lanjut,” kata salah satu penulis utama studi Linda Partridge, seorang ahli genetika di University College London di Inggris dan Max Planck Institute for Biology of Ageing di Cologne, Jerman, dalam sebuah pernyataan.

Kedua obat tersebut bekerja dengan menargetkan jalur komunikasi sel dalam tubuh, yang memainkan peran penting dalam penuaan dan perkembangan penyakit seperti kanker. Rapamycin menghambat protein yang disebut mTOR, yang mengatur pembelahan dan kematian sel dan dikaitkan dengan kanker dan penyakit lainnya.

Sementara trametinib mengganggu jalur molekuler yang disebut RAS/Mek/Erk, yang juga berperan dalam proliferasi sel kanker sekali lagi, berguna jika mencoba menghentikan pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Rapamycin sudah diketahui dapat memperpanjang umur tikus, sementara trametinib sebelumnya telah terbukti dapat memperpanjang umur lalat.

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa efek obat yang memperpanjang umur secara terpisah menumpuk pada lalat, memberikan peningkatan yang lebih besar ketika diberikan bersamaan. Namun, penelitian baru ini menandai pertama kalinya para ilmuwan menggabungkan rapamycin dan trametinib untuk mempelajari penuaan pada mamalia.

Para peneliti mencampur obat-obatan tersebut ke dalam makanan tikus laboratorium dan menemukan bahwa, secara individual, rapamycin memperpanjang umur tikus sebesar 15 persen hingga 20 persen sementara trametinib memperpanjangnya sekitar 5 persen hingga 10 persen. Sama seperti pada lalat, obat-obatan tersebut terbukti lebih kuat jika digabungkan, dengan campuran keduanya meningkatkan umur tikus hingga 29 persen, menurut penelitian tersebut.

Untuk mengeksplorasi dasar biokimia dari efek ini, tim mengambil sampel jaringan dari tikus dan menganalisis bagaimana aktivitas gen mereka dipengaruhi oleh kedua obat tersebut. Mereka menemukan bahwa tikus tidak hanya memperoleh manfaat terpisah dari dua obat yang berbeda tersebut, tetapi juga bahwa, ketika digunakan dalam kombinasi, campuran obat tersebut memengaruhi aktivitas gen secara berbeda dibandingkan ketika salah satu obat dikonsumsi sendiri, menurut pernyataan tersebut.

Penelitian tersebut menyoroti bahwa kedua obat ini dapat menjadi kandidat yang baik untuk geroprotektor, yang merupakan golongan obat baru yang ditujukan untuk menunda timbulnya penyakit dan meningkatkan kesehatan orang lanjut usia.

Namun, untuk saat ini, para peneliti berencana untuk mengoptimalkan penggunaan trametinib guna memaksimalkan manfaatnya sekaligus meminimalkan efek samping seperti penurunan berat badan dan lesi hati.

“Trametinib, terutama dalam kombinasi dengan rapamycin, merupakan kandidat yang baik untuk diuji dalam uji klinis sebagai geroprotektor,” kata salah satu penulis utama Sebastian Grönke, seorang peneliti pascadoktoral senior di Max Planck Institute for Biology of Ageing, dalam pernyataan tersebut.

“Kami berharap hasil kami akan digunakan oleh orang lain dan diuji pada manusia. Fokus kami adalah mengoptimalkan penggunaan trametinib pada model hewan,” ujar dia. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.