Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keraton Sambaliung, Jejak Kemegahan Kesultanan di Berau

24 Rabu, 25 Jun 2025, 23:45 WIB | Oleh:
Keraton Sambaliung, Jejak Kemegahan Kesultanan di Berau Keraton Sambaliung, Jejak Kemegahan Kesultanan di Berau Doc: Antara
Ket. Keraton Sambaliung milik Kesultanan Sambaliung yang pernah berdiri di Berau, Kalimantan Timur.

Jakarta - Kabupaten Berau di Kalimantan Timur tidak hanya dikenal dengan kekayaan alamnya yang memikat, namun juga menyimpan beragam situs sejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban di wilayah ini.

Salah satu peninggalan sejarah yang hingga kini masih terjaga adalah Keraton Sambaliung, istana megah yang dulunya menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Sambaliung. Istana ini terletak di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tepat di tepi Sungai Kelay.

Riwayat Kesultanan Sambaliung bermula pada tahun 1810 ketika Kesultanan Berau, yang telah berdiri sejak 1377, dipecah menjadi dua kerajaan yakni Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

"Dulu waktu masih Kesultanan Berau mereka (silsilah Sultan Sambaliung dan Gunung Tabur) ini bersaudara. Sebelum datang ke Belanda, mereka masih akur-akur saja, memimpin Berau secara bergantian. Belanda melihat ada celah, pakai politik adu domba, baru tahun 1800-an mereka pecah," kata pengelola Keraton Sambaliung, Inda Pangean.

Penguasa pertama Sambaliung adalah Sultan Alimuddin, yang juga dikenal sebagai Raja Alam. Ia merupakan keturunan langsung dari Raja pertama Berau, Baddit Dipattung, yang lebih dikenal dengan nama Aji Suryanata Kesuma.

Pada generasi kesembilan, Aji Dilayas memiliki dua putra dari ibu yang berbeda yaitu Pangeran Tua dan Pangeran Dipati. Pada masa itu, pemerintahan Kesultanan Berau dijalankan secara bergiliran oleh keturunan kedua pangeran tersebut.

Raja Alam sendiri adalah cucu dari Sultan Hasanuddin dan cicit dari Pangeran Tua, yang berarti ia merupakan keturunan ke-13 dari Aji Suryanata Kesuma.

Kesultanan Sambaliung eksis hingga tahun 1960 ketika kerajaan tersebut digabungkan dengan Kesultanan Gunung Tabur menjadi Kabupaten Berau. Raja terakhir Sambaliung, Sultan Muhammad Aminuddin, menjadi bupati pertama wilayah tersebut.

Keraton Sambaliung dibangun mulai tahun 1881 dan rampung pada tahun 1930-an pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Aminuddin. Saat ini, bangunan bersejarah ini telah dialihfungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai benda peninggalan Kesultanan Sambaliung.

Arsitektur keraton mencerminkan perpaduan gaya Melayu, China, dan Bugis, dengan seluruh bagian bangunan terbuat dari kayu ulin yang kuat dan tahan lama. Warna hijau dan kuning mendominasi penampilan eksterior dan interior keraton.

Keraton ini memiliki 13 ruangan yang terdiri dari ruang utama, beberapa kamar, hingga ruang meditasi yang biasa digunakan raja untuk bertapa.

Terdapat empat taman di kompleks keraton, tiga di antaranya terletak di bagian depan.

Sebuah gapura besar dengan lambang keraton menyambut para pengunjung yang hendak memasuki area istana.

Saat memasuki keraton, para pengunjung akan tiba di ruang utama yang luas dan nampak megah. Koleksi yang terpajang di ruang utama adalah kursi dan meja peninggalan sultan Sambaliung. Ruang utama berfungsi sebagai tempat digelarnya pertemuan adat atau pertemuan lainnya.

Informasi mengenai silsilah raja serta foto-foto para sultan terdahulu terpampang rapi di dinding ruangan.

Di sebelah kanan ruang utama terdapat ruang singgasana yang berisi kursi singgasana raja dan lemari perlengkapan. Baik kursi di ruang tengah maupun singgasana tidak dapat diduduki sembarangan oleh pengujung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.