Polres Rote Usut 4 Kasus Penyelundupan Manusia ke Australia pada 2 Dua Tahun Terakhir

Selasa, 24 Jun 2025, 08:15 WIB

ROTE NDAO - Kepala Kepolisian Resor Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, AKBP Mardiono mengatakan bahwa pihaknya telah menangani empat kasus penyelundupan warga negara asing yang hendak masuk ke wilayah Australia dalam dua tahun terakhir.

"Dalam dua tahun terakhir ini, sejak tahun pertengahan tahun 2023 hingga 2025 ini sudah empat kasus yang kita tangani," katanya kepada di Rote Ndao, Selasa.

Dia mengatakan di tahun 2024 kasus pertama yang ditangani adalah kasus penyelundupan dua WNA asal Tiongkok ke Australia oleh tiga anak buah kapal asal Indonesia.

Ketiga ABK tersebut ujar dia telah di P21kan atau sudah inkrah.

Kasuskedua terjadi di tahunyang sama yakni ditemukannya 44 WNA asal Bangladesh dan Rohingya yang terdampar di perairan Rote Ndao. Namun kasus tersebut tidak ditemukan adanya orang yang menyelundupkan mereka.

"Kasus ketiga masih juga di tahun yang sama, terdapat 15 orang WNA Bangladesh yang ditemukan terdampar di Rote Ndao. Sementara tersangkanya tiga orang," ujar dia.

Kasus keempat yakni enam WNA China juga ditemukan terdampar di perairan Rote Ndao saat akan masuk ke Australia yang kasusnya terjadi pada Mei 2025 lalu. Lima orang pelaku penyelundupan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Lima tersangka itu berasal dari Konawe Utara, Sulawesi Utara.Kami juga sedang mengembangkan kasus ini," tambah dia.

Saat ini pihaknya masih mencari tahu siapa pemberi dana atau penerima uang dari hasil penyelundupan orang tersebut ke Australia.

"Kami di Rote ini sebenarnya yang kami tangani ini adalah didorong mundur dari Australia. Jadi ketika mereka masuk ke Australia, mereka lalu ditolak dan diperintahkan kembali ke Indonesia dan terdampar di Rote Ndao," ujar dia.

Terkait upaya penanganan, kata dia harus dilakukan dari hilir. Apalagi jarak antara Rote Ndao dengan perbatasan laut Australia hanya 178 mil.

Ket. Foto: Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono (kanan) saat ditemui di Kota Ba'a Kabupaten Rote Ndao. — Sumber: ANTARA

Karena itu menurut dia satu-satunya jalan yang harus dilakukan saat ini adalah memperkuat internal.

Yakni dengan cara, penguatan Bhabinkamtibmasnya, inteljennya, memperkuat sinergitas dengan peningkatan pengawasan orang asing dan lainnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.