Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Paetongtarn Rombak Kabinet

📅 Selasa, 24 Jun 2025, 02:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Paetongtarn Rombak Kabinet Doc: AFP/ MANAN VATSYAYANA
Ket. Paetongtarn Shinawatra

BANGKOK - Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, pada Senin (23/6) mulai perombakan kabinet setelah krisis politik dan peradilan yang dipicu oleh bocornya sebuah panggilan telepon mengancam akan menenggelamkan pemerintahannya.

Putri mantan PM Thaksin Shinawatra yang kontroversial ini mulai membagikan jabatan-jabatan menteri yang dikosongkan setelah mitra koalisi utamanya mengundurkan diri pekan lalu, sebuah langkah yang hampir saja menjatuhkan pemerintahannya.

PM Paetongtarn, 38 tahun, yang baru menjabat selama kurang dari setahun, masih bisa mempertahankan jabatannya walau posisinya amat rentan apalagi sekarang ia menghadapi kasus di Mahkamah Konstitusi yang bisa membuatnya dilarang menjabat.

Sejak pekan lalu, Paetongtarn menghadapi seruan untuk berhenti atau mengadakan pemilihan umum kembali karena para kritikus menuduhnya merongrong negara dan menghina tentara selama pembicaraan yang bocor dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, saat mereka membahas sengketa perbatasan.

Partai konservatif Bhumjaithai keluar dari koalisi pemerintahan yang dipimpin oleh Partai Pheu Thai pimpinan Paetongtarn karena tuduhan tersebut, sehingga hanya menyisakan mayoritas yang sangat tipis.

Namun krisis menjadi stabil karena mitra koalisi lainnya mengatakan mereka akan tetap tinggal, dan sekretaris jenderal Pheu Thai, Sorawong Thienthong, mengatakan kepada AFP pada hari Senin bahwa 10 partai yang tersisa akan tetap bersama pemerintah.

“Tidak ada partai-partai lain yang menarik diri dan partai-partai yang tersisa tetap bersatu dengan pemerintah,” kata Sorawong. “Perdana menteri telah mendiskusikan perombakan ini dengan para pemimpin politik lainnya,” imbuh dia.

Kebuntuan

Susunan kabinet baru akan diselesaikan pada Jumat (27/6), tetapi sumber-sumber mengatakan perubahan diperkirakan akan terjadi pada posisi-posisi kunci termasuk kementerian pertahanan karena perselisihan perbatasan dengan Kamboja terus berlanjut.

Bahkan jika PM Paetongtarn berhasil mengatasi krisis parlemen, ancaman yang berpotensi lebih besar akan muncul di Mahkamah Konstitusi setelah sekelompok senator konservatif telah mengajukan petisi yang meminta pengadilan untuk memecat Paetongtarn dari jabatannya karena perilakunya dalam panggilan telepon dengan Hun Sen.

Politik Thailand telah mengalami ketidakstabilan kronis selama dua dekade yang dipicu oleh pertarungan yang berlangsung lama antara militer, kelompok pro-kerajaan, dan partai-partai yang terkait dengan Thaksin.

Meskipun Thaksin, 75 tahun, tetap populer di kalangan masyarakat pedesaan, ia sangat tidak disukai dan tidak dipercaya oleh para elite berkuasa di Thailand. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.