Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Turki Serukan Uni Eropa Cabut Sanksi Suriah

📅 Senin, 17 Mar 2025, 02:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Turki Serukan Uni Eropa Cabut Sanksi Suriah Doc: AFP/Syrian Presidency
Ket. Ahmed al-Sharaa

ISTANBUL - Turki pada Minggu (16/3) meminta Uni Eropa (UE) untuk tanpa syarat mencabut sanksi terhadap Suriah. Seruan itu dilontarkan Ankara menjelang konferensi bantuan internasional di Brussels, Belgia, di mana otoritas baru negara yang dilanda perang telah diundang.

Ankara yang bersekutu dengan penguasa baru Suriah yang menggulingkan presiden Bashar al-Assad dan mengambil alih kekuasaan pada Desember, memandang langkah yang diperlukan untuk transisi damai di negara itu, kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan.

Uni Eropa pada Senin (17/3) ini akan menjadi tuan rumah konferensi internasional kesembilan untuk mendukung Suriah. Untuk pertama kalinya, perwakilan pemerintah Suriah diundang untuk hadir. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan internasional untuk transisi dan pemulihan Suriah setelah lebih dari 13 tahun perang saudara.

Blok Eropa pada 24 Februari lalu telah mengumumkan pelonggaran sanksi terhadap sektor energi, transportasi, dan perbankan Suriah untuk meringankan beberapa tantangan yang dihadapi Ahmed al-Sharaa, presiden sementara Suriah. Tetapi Eropa dan negara-negara lain tetap waspada terhadap arah mana kelompok Islam Sharaa Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang mempelopori serangan kilat yang menggulingkan Assad pada 8 Desember, dapat mengambil Suriah.

Sementara ada harapan pihak berwenang Sharaa dapat menstabilkan negara dan mengantarkan masa depan yang inklusif, kekerasan mematikan baru-baru ini yang menargetkan minoritas Alawite yang menjadi pendukung setia rezim al-Assad terus menimbulkan keraguan.

Para menteri luar negeri Uni Eropa telah memperingatkan bahwa sanksi yang mereka lakukan dapat diterapkan kembali jika para pemimpin baru Suriah melanggar janji untuk menghormati hak-hak minoritas dan bergerak menuju demokrasi.

“Keamanan ekonomi Suriah sangat penting untuk stabilitas dan keamanan negara itu,” kata Kementerian Luar Negeri Turki, menambahkan bahwa peluang ekonomi dan pekerjaan perlu diciptakan. “Sanksi harus dicabut tanpa syarat dan untuk periode yang tidak ditentukan,” imbuh kementerian itu.

Turki, yang menampung hampir tiga juta ­pengungsi Suriah, juga mendesak rekonstruksi Suriah untuk mendorong pemulangan mereka. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.