Jangan Sampai Makan Korban! Menpar Tegas: Wisata Berisiko Harus Diawasi Ketat!
Selasa, 24 Jun 2025, 20:30 WIBJAKARTA â Destinasi wisata berisiko tinggi, seperti arena outbound, pendakian gunung, atau wisata air, memerlukan pengawasan ketat untuk meminimalkan potensi bahaya dan memastikan wisatawan mengikuti prosedur keselamatan.
Keamanan dan keselamatan yang terjamin dapat meningkatkan citra positif destinasi wisata, menarik lebih banyak wisatawan, dan mendorong kunjungan berulang. Pengawasan yang baik dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, sehingga mereka dapat menikmati pengalaman wisata secara maksimal dan meninggalkan kesan positif.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meminta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan wisata untuk memperketat pengawasan terhadap aspek keamanan dan keselamatan di destinasi wisata yang berisiko tinggi sampai ekstrem seperti gunung dan jembatan.
âKami telah meminta seluruh instansi terkait untuk memperkuat standar operasional khusus serta meningkatkan pengawasan kepada kegiatan wisata berisiko tinggi,â kata Widiyanti dalam kunjungannya ke TMII, Jakarta, Selasa (24/6).
Menanggapi adanya kabar soal kecelakaan yang menimpa wisatawan asal Brazil, Widiyanti menekankan bahwa keselamatan dan keamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam mengembangkan pariwisata nasional.
Pengawasan yang diperketat itu diharapkan dapat menekan kasus kecelakaan di area wisata hingga nihil kecelakaan (zero accident). Widiyanti mengatakan satu kejadian dapat berdampak besar bagi citra destinasi wisata di masa mendatang.
âOleh karena itu, kami mengajak seluruh pelaku ekosistem para wisata untuk memberikan aspek keamanan dan keselamatan dari komitmen bersama,â ujar dia.
Widiyanti turut menyampaikan rasa empatinya pada keluarga atas musibah yang menimpa korban.
Di samping itu ia mengapresiasi Basarnas serta pengelola Balai Taman Nasional Gunung Rinjani yang cepat tanggap dan segera berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk proses evakuasi.
Hari ini Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan pendakian dari Pelawangan 4 menuju puncak kawasan Gunung Rinjani Lombok untuk sementara waktu ditutup, setelah seorang pendaki jatuh di kawasan tersebut.
Penutupan jalur dimaksudkan untuk mendukung proses evakuasi korban warga negara asing asal Brasil yang terjatuh dan mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan tim evakuasi serta menjaga kondusivitas kawasan.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan seorang wisatawan perempuan berkebangsaan Brasil, JDSP (27), yang dilaporkan jatuh ke Danau Segara Anak di sekitar titik Cemara Nunggal, Gunung Rinjani.
Insiden tragis ini terjadi pada Sabtu (21/6) pagi saat korban sedang mendaki menuju puncak Gunung Rinjani.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan bahwa korban ditemukan pada Senin (23/6) pukul 07.05 WITA, kurang lebih 500 meter dari titik awal jatuhnya.
Berdasarkan pantauan dari drone, korban dalam kondisi tidak bergerak.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenbud: Lamin Mancong sebagai Monumen Harmonisasi dan Akulturasi Budaya di Kaltim
-
Pesawat Tempur Siluman F-35B Jatuh di California, Pilot Berhasil Melontarkan Diri
-
Pemprov Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi bagi Wisatawan
-
Ironi Tongkok! Rekor Bangun Energi Surya dan Angin, tapi 360 TWh Listrik Bersih Terbuang Sia-sia
-
Kemenpar dan Kemenkum Berkolaborasi Lindungi Kekayaan Intelektual Pariwisata
-
Trump Perketat Pengawasan AI, OpenAI hingga Google Wajib Serahkan Model Sebelum Rilis
-
58 Rig PDSI Siap Jadi "National Drilling Champion", Kunci Ketahanan Energi RI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.