• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Fakta Mengejutkan! Banyak ...

Fakta Mengejutkan! Banyak Pengguna Tinder Ternyata Sudah Punya Pasangan, Bahkan Ada yang Menikah 

Selasa, 24 Jun 2025, 16:30 WIB

JAKARTA - Di era digital yang serba cepat ini, aplikasi dating seperti Tinder kerap jadi harapan banyak orang untuk menemukan cinta sejati.
Tapi sebuah studi terbaru justru mengungkap kenyataan pahit di balik layar swipe right dan left itu.

Banyak pengguna Tinder ternyata tidak benar-benar mencari pasangan kencan, dan yang lebih mengejutkan, sebagian besar dari mereka sudah berada dalam hubungan, bahkan ada yang menikah!

Ket. Foto: — Sumber: The Independent

Penelitian ini melibatkan hampir 1.400 pengguna Tinder, berusia antara 18 hingga 74 tahun. Hasilnya? Hampir 50% responden mengaku tidak tertarik untuk mencari pasangan di aplikasi, sementara sekitar dua pertiga di antaranya ternyata sudah punya pasangan tetap saat mereka masih aktif menggunakan Tinder. Beberapa bahkan sedang menjalani pernikahan.

Studi ini juga menyoroti alasan kenapa banyak orang tetap bertahan di dating apps, meski bukan untuk kencan.

Sama seperti media sosial, Tinder kini berubah jadi ajang cari hiburan, validasi diri, atau bahkan hanya untuk pelarian dari kesepian. Perasaan puas saat mendapat match atau like bisa jadi candu yang bikin orang terus membuka aplikasinya, walau tanpa niat serius.

Germano Vera Cruz, salah satu penulis studi dan profesor psikologi di Universitas Picardie Jules Verne, Prancis, menyebut fenomena ini sebagai game of deception.

"Banyak pengguna yang datang dengan harapan menemukan seseorang, tapi nyatanya mereka justru dikelilingi oleh orang-orang yang tidak punya tujuan yang sama," ujarnya, dikutip dari NBC News, Selasa, (24/6).

Pihak Tinder sendiri membantah keras hasil riset ini. Dalam pernyataan resminya, mereka menyebut metode survei tersebut menyesatkan karena hanya memberi tiga pilihan status: celibate, in a relationship, dan widowed, tanpa opsi "single." Hal ini disebut menyebabkan data jadi tidak mencerminkan realita pengguna Tinder secara menyeluruh.

Tinder juga mengklaim bahwa secara global, sekitar 40% penggunanya memang mencari hubungan jangka panjang, sementara hanya 13% yang ingin short-term connection. Sisanya? Masih jadi teka-teki.

Fenomena ini juga diamini oleh dr. Elias Aboujaoude, profesor psikiatri dari Stanford Medicine. Ia menyebut bahwa banyak pasiennya merasa sudah lelah dan kecewa dengan dating apps.

“Banyak yang bilang mereka lebih sering pakai aplikasi bukan buat cari pasangan, tapi buat ngisi waktu atau sekadar pengalihan dari stres,” ujarnya.

Hasil studi juga menemukan bahwa mereka yang paling tidak puas menggunakan Tinder adalah pengguna yang memakainya untuk mengatasi masalah emosional, entah karena kesepian, masalah kepercayaan diri, atau attachment style yang menghindar.

Walau terdengar suram, studi ini menyelipkan harapan: pengguna yang memang menggunakan Tinder dengan niat tulus untuk mencari pasangan, ternyata lebih mungkin mendapatkan kepuasan dari aplikasinya. Kuncinya? Realistis, selektif, dan tahu tujuan sejak awal.

"Enggak bisa dipungkiri kalau banyak juga hubungan serius yang dimulai dari dating apps," tutur Aboujaoude seraya menambahkan, "Tapi kita memang harus lebih kritis dan sadar dalam menggunakannya. Jangan cuma buat iseng atau pelarian, karena akhirnya yang kecewa juga kita sendiri."

Jadi, sebelum swipe right lagi, pastikan dulu niatmu ya. Karena di dunia online dating, enggak semua yang tampil single benar-benar sendiri.

Redaktur: Nayla Shabrina

Penulis: Nayla Shabrina, Nayla Shabrina

Berita Terbaru

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.