Inter Milan dan Dortmund Menang
Senin, 23 Jun 2025, 06:47 WIBPHILADELPHIAâ Inter Milan dan Borussia Dortmund akhirnya meraih kemenangan perdana di ajang Piala Dunia Antarklub yang tengah berlangsung di Amerika Serikat. Inter menundukkan wakil Jepang Urawa Red Diamonds di Seattle. Sedangkan Dortmund harus bekerja keras dalam laga tujuh gol melawan Mamelodi Sundowns di Cincinnati, Minggu (22/6).
Bertanding di Lumen Field, Inter sempat tertinggal lebih dulu oleh gol cepat Ryoma Watanabe. Ribuan pendukung setia Urawa yang memadati stadion pun sempat bersorak kegirangan. Namun, sang kapten Lautaro Martinez kembali menjadi penyelamat Nerazzurri.
Setelah mencetak gol penyama dalam laga pembuka melawan Monterrey, striker Argentina itu mengulang perannya dengan tendangan salto ciamik 12 menit jelang laga usai. Kemenangan Inter ditentukan oleh gol dramatis pemain muda Valentin Carboni di masa injury time.
Pemain berusia 20 tahun asal Argentina itu baru pulih dari cedera lutut serius yang dialaminya saat dipinjamkan ke Marseille dan belum pernah tampil kompetitif bersama Inter dalam dua tahun terakhir. Namun, saat bola liar mengarah padanya di dalam kotak penalti, Carboni tanpa ragu menceploskan bola dengan tenang.
âLawan kami bermain dengan hati, dan untuk melawannya kami harus bermain dengan kebanggaan, rendah hati, dan tahu bagaimana menderita,â ujar Martinez usai pertandingan yang berjalan ketat tersebut. Hasil ini membuat Inter memimpin klasemen sementara Grup E dengan 4 poin, unggul satu angka dari River Plate yang baru akan menghadapi Monterrey di Pasadena.
Sedangkan Urawa dipastikan tersingkir setelah dua kali kalah dan banyak pendukung mereka tampak menangis saat peluit akhir berbunyi. âPerasaan kami sangat buruk. Kami tersingkir dari turnamen, dan kini kami hanya bisa berjuang demi satu kemenangan hiburan,â ucap pelatih Urawa, Maciej Skorza.
Di Cincinnati, Jobe Bellingham mencetak gol pertamanya bagi Dortmund dalam kemenangan 4-3 atas juara Afrika Selatan, Mamelodi Sundowns. Dalam suhu panas menyengat, Dortmund tampil pincang namun tetap mampu unggul berkat efektivitas penyelesaian akhir.
Lucas Ribeiro membawa Sundowns unggul lewat aksi individu gemilang, namun kesalahan fatal kiper Ronwen Williams yang memberikan bola kepada Felix Nmecha membuat Dortmund menyamakan skor dengan mudah. Serhou Guirassy lalu membawa Dortmund berbalik unggul lewat gol ke-35-nya musim ini, sebelum Jobe Bellingham memperbesar keunggulan menjadi 3-1 tepat sebelum jeda.
Gol bunuh diri Khuliso Mudau membuat Dortmund unggul 4-1, namun Sundowns memperkecil ketertinggalan lewat Iqraam Rayners dan Lebo Mothiba. âSaya seperti habis keluar dari sauna. Kami tidak tampil maksimal, tapi kondisi ini memang sangat berat,â ujar pelatih Dortmund, Niko Kovac. Dia mengomentari cuaca panas ekstrem di laga yang dimulai pukul 12 siang waktu setempat.
Sundowns masih punya peluang lolos dari Grup F di laga terakhir. âPertandingan luar biasa. Saya tidak senang dengan hasilnya, tapi saya sangat bangga,â ujar pelatih Miguel Cardoso. Di pertandingan Grup F lainnya, Fluminense menahan imbang Dortmund 0-0 dan akan menghadapi Ulsan Hyundai di East Rutherford.
Amerika Selatan
Sementara itu, kekalahan Boca Juniors dari Bayern Munich dengan skor tipis lewat gol telat Michael Olise menjadi kekalahan pertama tim CONMEBOL dalam 10 laga Piala Dunia Antarklub tahun ini. Namun secara umum, klub-klub Amerika Selatan menunjukkan kekuatan luar biasa dalam turnamen format baru 32 tim ini.
Botafogo mengalahkan juara Eropa Paris Saint-Germain. Sedangkan Flamengo berhasil menumbangkan Chelsea. Palmeiras, Boca, dan Fluminense juga mampu menahan tim-tim Eropa. Dukungan besar dari suporter menjadi salah satu faktor penting. Para pendukung asal Brasil dan Argentina memadati stadion-stadion di AS, menciptakan atmosfer bak laga kandang.
âLuar biasa. Hampir setiap pertandingan seperti laga tandang bagi tim Eropa,â puji pelatih Bayern Vincent Kompany soal atmosfer laga saat melawan Boca. Hal senada terlihat saat Flamengo melawan Chelsea di Philadelphia, dengan mayoritas dari 54.000 penonton mengenakan kostum merah-hitam khas tim Rio de Janeiro tersebut.
Sebaliknya, dukungan langsung dari Eropa cenderung minim. Padahal 11 edisi terakhir Piala Dunia Antarklub versi lama selalu dimenangkan oleh tim Eropa, dengan kali terakhir CONMEBOL juara pada tahun 2012 lewat Corinthians.
Ketimpangan finansial juga nyata. Dari daftar Football Money League 2025 versi Deloitte, 29 dari 30 klub terkaya berasal dari Eropa. Real Madrid memuncaki daftar dengan pendapatan lebih dari 1 miliar euro (18 triliun rupiah), sementara Flamengo berada di urutan ke-30 dengan 198 juta euro.
Namun kekuatan tim-tim Amerika Selatan tak bisa dipandang sebelah mata. Skuad mereka dihuni pemain berpengalaman, seperti Jorginho di Flamengo. âMereka punya banyak pemain top dan sangat kompetitif,â ucap Kovac.
Pelatih Flamengo, Filipe Luis, mengaku terkejut dengan hasil sejauh ini. âSaya tahu kualitas klub-klub Eropa, terutama yang elite. Tapi saya akui, klub-klub Amerika Selatan tampil luar biasa,â ujarnya.
Dia menambahkan bahwa cuaca dan kelelahan mungkin menjadi faktor penghambat bagi tim Eropa. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Piala Dunia Antarklub, Jadwal Lengkap Babak Delapan Besar
-
Chelsea Juara Piala Dunia Antarklub untuk Kedua Kalinya
-
Piala Dunia Antarklub Menghancurkan Kompetisi Resmi Tiap Negara. Bubarkan Saja
-
Presiden La Liga Minta FIFA Hapus Piala Dunia Antarklub Versi Baru yang Tampilkan 32 Tim
-
Bayern Konfirmasi Cedera Parah Jamal Musiala, Pastikan Akan Absen Panjang
-
Torehan 4 Gol, Angel Di Maria Pimpin Top Skor Piala Dunia Antarklub
-
Daftar Tim yang Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia Antarklub
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.