• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bukan Cuma Warna Favorit, ...

Bukan Cuma Warna Favorit, Tren Color Analysis Kini Makin Ngehits!

Minggu, 22 Jun 2025, 15:30 WIB

JAKARTA - Bayangkan kamu adalah seorang Moonlit Winter, suasana salju yang renyah, pipi merona seperti apel, bibir merah cherry, dan jaket hitam panjang yang anggun. Tapi ternyata, menurut Jeannie Stith, pendiri Color Guru, kamu bukanlah sosok dingin musim dingin yang romantis itu.

Berkat kombinasi misterius dari rona hijau samar di matamu dan undertone kuning di kulit pucatmu, kamu dinyatakan sebagai Vivid Winter. Artinya? Kamu bisa tampil memukau dengan chartreuse, hijau shamrock, dan satu tone lemon yellow yang katanya akan bikin wajahmu makin bercahaya.

Ket. Foto: — Sumber: Cosmopolitan

Kalau kamu sekarang sedang bingung harus percaya atau terkejut, kamu nggak sendirian. Apalagi kalau selama ini warna-warna itu justru kamu hindari kayak mantan yang masih bikin trauma. Tapi ternyata, color analysis atau analisis warna pribadi lagi jadi tren besar yang meledak lagi, terutama di TikTok dan Instagram.

Meski terkesan baru, tren ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar fresh. Di tahun 1980-an, buku Color Me Beautiful sempat booming, mengklasifikasikan orang-orang ke dalam empat musim warna: Spring, Summer, Autumn, dan Winter. Tapi zaman sekarang, kategorinya makin berkembang jadi belasan sub-musim dengan nama-nama estetik seperti Soft Autumn, Deep Winter, hingga Cool Summer.

Dan bukan cuma soal warna baju, tapi juga warna makeup, aksesoris, bahkan warna rambut ideal yang katanya bisa bikin kamu terlihat lebih segar, bersinar, dan... percaya diri.

Dari TikTok ke Konsultasi Eksklusif

Di era digital, kamu nggak perlu repot-repot ke studio buat tahu “warna takdirmu”. Cukup upload beberapa foto (termasuk satu tanpa makeup), dan beberapa hari kemudian kamu akan dapat Color Radiance Report berisi detail lengkap soal tone kulitmu, warna mata, dan rambut, plus rekomendasi palet warna terbaik buat kamu.

Stith, yang menganalisis ratusan wajah tiap bulannya, bilang tren ini bukan cuma happening di AS tapi juga viral di Kanada, Inggris, Australia, hingga Skandinavia.

“Dulu cuma ada empat kategori, tapi begitu kamu lihat orang satu per satu, kamu sadar betapa variatifnya warna alami manusia,” katanya seperti dikutip dari Vogue, Minggu, (22/6).

“Emas bikin kulitmu kelihatan oranye, tapi perak malah bikin kulitmu terang bersinar!” jelasnya seraya menambahkan,“Kalau pakai warna muted, wajahmu kelihatan kayak berdebu.” Glek.

Yang bikin makin menarik, Korea Selatan dan Jepang ternyata jadi pelopor global dalam urusan personal color analysis. Di sana, kios warna bisa ditemukan di pusat perbelanjaan besar, lengkap dengan sensor dan alat canggih yang bisa mendeteksi undertone kulit dan menentukan musim warnamu secara instan.

Lily dan Lizzie Heo, kakak beradik asal Korea yang menjalankan studio color analysis bernama Seklab di New York, bilang tren ini benar-benar meledak. Mulai dari calon pengantin, anak muda, sampai profesional kantoran ramai-ramai datang buat tahu apakah mereka lebih cocok pakai putih susu atau putih tulang.

“Kebanyakan orang selama ini cuma pakai hitam, putih, dan warna netral,” kata Lizzie seraya menambahkan, “Tapi setelah analisis, banyak yang terkejut. Ternyata mereka bisa cocok banget dengan warna terang yang selama ini mereka hindari.”

Sekarang kamu bisa datang ke toko dengan percaya diri, bawa kartu warna pribadi (yang bahkan ada versi laminated-nya), dan langsung pilih warna yang memang dibuat untuk menyinari aura kamu.

Dan yang paling penting? Kamu sadar kalau kamu unik. Karena di dunia ini, nggak ada Vivid Winter yang benar-benar sama.

  • Trend Sosmed
  • color analysis
  • Analisis Warna Pribadi
  • Undertone Kulit

Redaktur: Nayla Shabrina

Penulis: Nayla Shabrina, Nayla Shabrina

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.