Perlu Perubahan untuk Cegah Krisis Demografi

Jumat, 20 Jun 2025, 00:00 WIB

Untuk mengetahui peran dan tugas Kemendukbangga dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kependudukan dan suburusan pemerintahan pembangunan keluarga, wartawan Koran Jakarta, Fredrikus Wolgrabrink Sabini, berkesempatan mewawancarai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam beberapa kesempatan.

Berikut petikan wawancaranya.

Ket. Foto: Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji — Sumber: antara /Aprillio Akbar

Kita baru saja memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) dan Anda ingin lansia menua dengan berarti. Apa harapannya?

Salah satu tantangan lansia itu kesepian, maka, berbagai program kita laksanakan untuk menunjang mereka. Hidup hanya sekali, jangan sampai menua tanpa arti.

Berdasarkan data, terdapat 11,7 persen rakyat Indonesia yang memasuki lanjut usia, dan angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 20 persen pada tahun 2045.

Untuk itu, Kemendukbangga/BKKBN memiliki program Lansia Berdaya (Sidaya) yang di dalamnya mencakup kegiatan-kegiatan seperti Bina Keluarga Lansia (BKL) atau sekolah lansia, Lansia Entrepreneur atau wirausaha bagi lansia, serta penyediaan kartu lansia untuk memudahkan mereka mengakses fasilitas-fasilitas seperti transportasi umum gratis, hingga diskon tiket kereta api atau pesawat.

 Kemendukbangga/BKKBN juga akan terus bekerja sama lintas kementerian/lembaga, agar program-program untuk lansia dapat terus berjalan.

20250619210525_WWC_MFi2025021909.jpg

Koran Jakarta /M. Fachri

Bagaimana dengan Lansia Entrepreneur?

Kemendukbangga/BKKBN membuat Program Lansia Entrepreneur (wirausaha) untuk memfasilitasi para lansia yang masih menjadi tulang punggung keluarga.

Kebetulan angka harapan hidup kita sekarang naik, 74,3 persen. Memang agak lumayan, ada beberapa yang mungkin secara umur lansia, tetapi masih ada beban untuk ekonomi, maka kita bikin kegiatan namanya Lansia Entrepreneur.

Pada Program Lansia Entrepreneur ini akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Para penduduk berusia 60-65 tahun akan diberdayakan berwirausaha agar mereka tetap mandiri dan produktif.

Berdasarkan data, lanjutnya, ada 11,7 persen lansia di Indonesia yang diperkirakan pada 2045 kelak akan menjadi 20 persen. Untuk itu kegiatan-kegiatan seperti Lansia Entrepreneur dapat menjadi wadah bagi para lansia untuk tetap beraktivitas untuk menghindari mereka dari stres.

Apa peranan bidan dalam menentukan keberhasilan program KB dan stunting?

Bidan menjadi salah satu penentu keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB) dan pencegahan stunting di tingkat komunitas. Selain memberikan layanan medis, bidan juga berperan penting menjadi pendamping, edukator, serta pemberi informasi yang akurat dan aman dalam bidang kesehatan reproduksi.

Jangan bicara sumber daya manusia yang unggul kalau gizi buruk dan kematian ibu masih tinggi, karena bidanlah penjaga kualitas generasi emas kita. Tanpa mereka, mustahil kita bisa memanen bonus demografi dengan baik

Pentingnya negara menjamin kualitas kesehatan ibu dan anak di era bonus demografi, sehingga peran bidan menjadi sangat vital, untuk turut mengawal masa pranikah, kehamilan, persalinan, hingga tumbuh kembang anak.

Bidan juga berperan memastikan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan di Kemendukbangga/BKKBN dapat terlaksana dengan baik, mulai dari calon pengantin hingga balita, demi mendukung pencapaian bonus demografi dan Indonesia Emas 2045

Saya mengapresiasi atas dedikasi para bidan yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di seluruh pelosok negeri dan selama ini telah menjadi garda terdepan yang bekerja dengan penuh dedikasi dan komitmen.

Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memastikan setiap ibu dan anak mendapatkan perlindungan maksimal, serta mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Apa manfaat program MBG untuk mencegah stunting?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penentu untuk mencapai target penurunan stunting sebesar 14 persen. Sasaran program MBG di seribu hari pertama kehidupan kepada ibu hamil, ibu menyusui, hingga bayi di bawah dua tahun menjadi alasan mengapa program tersebut dapat membantu penurunan stunting.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kita untuk penurunan stunting kan 18 persen di pada 2024. Untuk 2025 diluncurkan dengan angka 19,8 persen. Tentu kita akan bekerja keras, salah satunya dengan MBG karena salah satu penyebab stunting adalah asupan gizi.

Selain MBG, salah satu program terbaik Kemendukbangga yakni Gerakan Orang Tua Cegah Stunting atau Genting yang saat ini sudah melibatkan 157 ribu anak asuh dari seluruh Indonesia.

Apakah MBG harus mencakup seluruh keluarga?

Pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencakup seluruh keluarga, utamanya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang menjadi kewenangan Kemendukbangga/BKKBN. Ini soal masa depan anak-anak kita. Jangan sampai ada keluarga yang butuh tapi luput dari perhatian kita.

Pendekatan MBG langsung menyasar kelompok rentan, sehingga dapat menekan angka stunting dan membangun generasi masa depan yang lebih sehat.

MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan bagian dari visi besar membangun Indonesia dari keluarga. Oleh karena itu, Presiden-Wakil Presiden fokus pada pemberian MBG yang merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul di masa depan

Pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat, utamanya keluarga yang tergolong berisiko stunting. Penyaluran MBG bagi ibu hamil dan ibu menyusui dilakukan dengan menyesuaikan kondisi lapangan, tidak seperti anak sekolah yang berkumpul di satu lokasi.

Program ini juga nantinya menjadi bagian dari pendekatan integratif Kemendukbangga/BKKBN di daerah, di mana MBG bersinergi dengan layanan keluarga berencana dan edukasi kesehatan lainnya.

Apakah Program MBG akan menyasar anak yang dititip di Taman Asuh Sayang Anak?

Anak-anak yang dititipkan di Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), daycare yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN, akan mendapatkan MBG.

Program Tamasya bisa menjadi solusi bagi para orang tua yang tetap ingin bekerja, tetapi ingin anaknya bisa dilayani dengan baik dan mendapatkan asupan gizi seimbang. Tamasya ini dapat menjadi model bagi instansi lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung peran keluarga.

Kami berharap Tamasya menjadi model bagi instansi lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung peran keluarga, serta memberikan manfaat besar bagi keluarga Indonesia dan membangun generasi bangsa yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Tamasya ini gratis, dan tentu akan menjadi salah satu solusi bagi warga Indonesia yang tetap ingin bekerja, tetapi anaknya juga ingin dilayani dengan baik, jangan sampai nanti ada pemikiran, 'waduh, saya punya anak sudah enggak bisa bekerja lagi'.

Program ini menyediakan empat layanan unggulan, yakni peningkatan kompetensi pengasuh, pemantauan periodik tumbuh kembang anak, peningkatan keterlibatan orang tua dalam pengasuhan, dan layanan rujukan bila diperlukan.

Program ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di tengah peluang bonus demografi. Kehadiran Tamasya diharapkan menjadi langkah konkret dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berdaya saing global melalui praktik pengasuhan yang positif dan terintegrasi.

Bagaimana caranya agar stunting ini bisa diatasi?

Penanganan stunting perlu lebih fokus pada anak-anak yang berisiko atau berpotensi terkena stunting daripada anak-anak yang telah terkena stunting. Kita perlu disiplinkan, kita perlu presisikan tentang intervensinya, termasuk tentu fokus untuk bukan mencari anak yang stunting, tapi yang berisiko dan berpotensi.

Langkah tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan penanganan stunting di Tanah Air.

stunting sudah seharusnya diatasi dengan berfokus pada pencegahan. Selain mengenai orientasi penanganan yang belum tepat, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap persoalan stunting menjadi faktor lainnya yang menghambat agenda optimalisasi penanganan stunting.

Dalam periode inilah MBG hadir untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Itu faktor yang luar biasa menurut saya karena negara hadir. Harapannya, MBG ini akan menjadi salah satu solusi untuk menangani stunting.

Sudah sejauh mana Program Genting berjalan?

Per 28 April 2025 Program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) telah menjangkau sebanyak 141.382 anak asuh dengan 20.396 ribu orang tua asuh.

Program Genting ini telah diluncurkan oleh Kemendukbangga sejak 5 Desember 2025. Program tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi potensi yang ada di keluarga berisiko stunting, seperti dengan memberikan asupan gizi, program air bersih, dan tidak melakukan pernikahan dini.

Sejauh ini, beragam jenis bantuan telah diberikan oleh orang tua asuh kepada ratusan ribu anak asuh itu, antara lain bantuan nutrisi yang menyasar 115.335 anak, bantuan akses air bersih untuk 2.623 anak, bantuan edukasi pencegahan dan penanganan untuk 22.465 anak, serta 959 bantuan berupa jamban sehat dan rumah layak huni.

Dalam rangka memastikan Program Genting berjalan dengan baik pihaknya membentuk Tim Pengendali Genting. Per 28 April, tim tersebut telah terbentuk di 35 provinsi atau sebesar 92,11 persen dari total 38 provinsi di Tanah Air.

Bagaimana cara kementerian dalam menjawab tantangan bonus demografi?

Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) menjadi solusi untuk menjawab tantangan bonus demografi dengan meningkatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan dan mencegah isu kerentanan keluarga.

Harapan saya (perusahaan) yang pekerjanya banyak perempuan dan punya anak semoga bisa tetap kerja. Mengapa? Ada yang karena gara-gara ini langsung keluar. Setelah menikah, setelah melahirkan dan punya anak, itu keluar (tidak bekerja). Itu mengurangi angka produktivitas.

Selain itu, soulis ini juga mampu meningkatkan TPAK perempuan menjadi 70 persen; Indeks Pembangunan Kualitas Keluarga mencapai 80 persen, serta penurunan angka stunting menjadi 5 persen pada tahun 2045.

Bagaimana kita mendapat berkah dari bonus demografi ini?

Bonus demografi bisa dituai dari pembangunan keluarga yang terukur karena itu pentingnya Grand Design Pembangunan Keluarga (GDPK).Penduduk harus dikelola agar tumbuh seimbang, didasarkan pada suatu GDPK yang dijadikan framework (kerangka kerja) dalam pembangunan.

Fokus pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat ini pada sektor kependudukan dan pembangunan keluarga yakni mengoptimalkan peluang bonus demografi untuk menggapai Indonesia Emas 2045.

Dalam rangka kapitalisasi bonus demografi, maka masyarakat Indonesia harus berkualitas dan itu dimulai dari proses pembangunan keluarga.

Bagaimana GDPK bisa menggali potensi penduduk untuk terserap di lapangan kerja?

Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) dapat menggali potensi penduduk untuk meningkatkan serapan tenaga kerja. Tujuan utama GDPK itu menghubungkan usia dengan pekerjaan yang tersedia di daerah. GDPK itu kalau negara sudah punya sistem, ini akan menjadi pedoman siapa mengerjakan apa dan di mana.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk usia produktif (15–64 tahun) terhadap total populasi pada 2020 sebesar 70,72 persen. Untuk itu perlu ada desain kependudukan yang bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap tahapan usia, mulai dari usia dini hingga lanjut usia (lansia) sehingga bonus demografi dapat diraih.

Pada dasarnya GDPK secara teori akan menjelaskan peta jalan kependudukan agar kedepannya dalam membangun penduduk berkualitas pemerintah mempunyai arah yang jelas.

Saya berharap melalui GDPK maka setiap kebijakan dapat terukur berdasarkan data. 

20250619210234_Capture.JPG

  • Krisis Demografi

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.