Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendesak! Wamenkum Soroti Urgensi Transformasi Digital di Sektor Hukum

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendesak! Wamenkum Soroti Urgensi Transformasi Digital di Sektor Hukum Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej saat Upacara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) di Jakarta, Selasa (17/6).

Jakarta - Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan transformasi digital di bidang hukum terkait penegakan hukum serta pemberian akses terhadap layanan hukum sangat mendesak untuk segera dilakukan.

Pasalnya, kata dia, sektor hukum memainkan peran yang fundamental dalam menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat.

"Indikator keberhasilan transformasi digital dalam birokrasi hukum tidak hanya diukur dari implementasi teknologi semata, tetapi dari sejauh mana kebijakan yang disusun mampu menghadirkan perubahan nyata dalam tata kelola layanan publik," ungkap Eddy, sapaan karib Wamenkum saat Upacara Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) di Jakarta, Selasa (17/6), seperti dikutip dari keterangan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (20/6).

Dia membeberkan bahwa terdapat enam indikator yang merupakan fondasi utama dalam mengukur kesuksesan transformasi digital menuju birokrasi yang adaptif, responsif, dan berdaya saing tinggi.

Indikator pertama, yakni integrasi, yang merupakan terciptanya koordinasi dan kolaborasi antarproses bisnis dan sistem elektronik yang memungkinkan pertukaran data, informasi, dan layanan secara terpadu.

Kedua, lanjut dia, yakni andal, yang membuat layanan digital tangguh, stabil, dan minim gangguan, sehingga membangun kepercayaan pengguna terhadap sistem. Ketiga, akuntabel, yang mendukung terlaksananya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Akuntabel, di mana setiap kebijakan mendukung transparansi, kejelasan fungsi, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan layanan publik," tuturnya.

Eddy menambahkan, indikator keempat merupakan efisien, yakni optimalisasi pemanfaatan sumber daya, baik manusia, waktu, maupun anggaran, yang mendukung pelaksanaan SPBE secara efektif dan tepat guna.

Lebih lanjut, indikator kelima, yakni arus yang mudah diakses, yaitu memastikan seluruh layanan dapat diakses secara mudah dan inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

Kemudian, disebutkan bahwa indikator keenam berkaitan dengan kepuasan publik, sebagai hasil akhir dari seluruh proses, di mana kebijakan mampu memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas layanan yang diberikan.

Wamenkum pun berharap 60 peserta PKN Tingkat II Angkatan XIV Metode Blended Learning Terbatas Kementerian Hukum (Kemenkum) Tahun Anggaran 2025 dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

“Semoga PKN dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin visioner dan transformasional yang mampu menggerakkan perubahan, pemimpin yang mampu merumuskan kebijakan, mengeksekusi program dengan inovatif, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, mempercepat perubahan birokrasi kita menuju Indonesia yang lebih modern, inklusif, dan berkeadilan,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) Andi Taufik mengatakan bahwa saat ini Indonesia memasuki era teknologi digital yang secara fundamental telah mengubah seluruh tatanan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, era tersebut membawa perubahan yang pesat dalam bidang digital, khususnya teknologi komunikasi dan globalisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.