Rupiah Melemah, Ancaman Perang Iran-Israel Bikin Pasar Ketakutan!
Kamis, 19 Jun 2025, 18:13 WIBJAKARTA â Kurs rupiah terhadap dollar AS kembali melemah, Kamis (19/6), melanjutkan koreksinya pada sehari sebelumnya. Rupiah tak kuasa menghadapi tekanan kuat eksternal, terutama meningkatkan tensi geopolitik global akibat peran Iran dan Israel.
Ekskalasi tersebut diperkirakan bakal meningkat ke depan usai sekutu Israel, Amerika Serikat (AS), akan turun campur dalam konflik tersebut.
Alhasil, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (19/6) sore, di Jakarta melemah sebesar 94 poin atau 0,57 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.406 rupiah per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi kemungkinan Amerika Serikat (AS) turut serta dalam konflik Iran-Israel.
"Depresiasi nilai tukar rupiah kemudian berlanjut setelah kekhawatiran terkait dengan kemungkinan AS ikut serta dalam konflik Israel-Iran, yang pada gilirannya mendorong ketidakpastian geopolitik semakin meningkat di Timur Tengah," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/6).
Menurut laporan Wall Street Journal, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para pejabat senior AS bahwa dirinya telah menyetujui rencana untuk menyerang Iran, tetapi belum memberikan perintah final soal pelaksanaannya.
Mengutip sumber anonim, laporan itu menyebutkan bahwa Trump masih menunggu langkah Iran untuk menghentikan program nuklirnya.
Dia mengincar fasilitas pengayaan uranium bawah tanah Fordow milik Iran, tetapi untuk menyerangnya, diperlukan senjata paling kuat.
Trump memberi sinyal akan ada keputusan penting dalam waktu dekat, kemungkinan pekan depan, tetapi dia juga membuka kemungkinan keputusan itu dikeluarkan lebih cepat.
Dia juga telah memberi tahu pemimpin Israel Benjamin Netanyahu untuk "terus melancarkan" serangan ke Iran, tetapi belum memberikan indikasi apa pun soal keterlibatan AS dalam konflik tersebut.
Di sisi lain, rupiah melemah juga disebabkan keputusan Federal Reserve (The Fed) dalam Federal Open Market Committee (FOMC) tetap mempertahankan suku bunga.
Mengutip Anadolu Agency, Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25-4,5 persen sesuai ekspektasi pasar. Keputusan ini dilakukan dalam upaya untuk mencapai lapangan kerja maksimal dan inflasi pada tingkat 2 persen dalam jangka panjang.
The Fed memperingatkan bahwa ketidakpastian tentang prospek ekonomi telah berkurang, tetapi tetap tinggi.
Komite disebut akan terus mengurangi kepemilikan atas sekuritas Treasury dan utang lembaga, serta sekuritas beragun hipotek lembaga.
"Pada hari Jumat (20/6/2025), rupiah diperkirakan bergerak sideways di tengah libur di AS. Kami perkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.350-16.475 per dolar AS," ungkap Josua.
- rupiah melemah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan Modal Inti Bank Sumut Tembus Rp6 Triliun untuk Masuk Kategori KBMI 2
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Selasa (7/4), UBS, Antam, Galeri24 Kompak Turun
-
Darurat Pinjol Ilegal! OJK Blokir 953 Pindar dalam Tiga Bulan
-
Pemkab Lebak Minta Masyarakat Kasepuhan Tingkatkan Produksi Pangan
-
Bekasi Gelar Lomba Menu MBG, Dorong Inovasi Gizi untuk Tekan Stunting
-
Klaim Swasembada Pangan, Faktanya Indonesia Impor 3,5 Juta Ton Tiap Tahun
-
Anwar Ibrahim Ungkap Diplomasi dengan Iran, Kapal Minyak Malaysia Lolos Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.