Muhammadiyah, NU, dan HKBP Sinergi Atasi Masalah Bangsa
Kamis, 19 Jun 2025, 03:03 WIBMuhammadiyah bersama NU dan Ephorus HKBP sepakat mempererat kerukunan hidup sebagai basis persatuan di tengah perbedaan dan bersinergi mengatasi beragam persoalan bangsa.
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menerima kunjungan Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pendeta Victor Tinambunan untuk memperkuat sinergi mengatasi persoalan bangsa.
âKami berdiskusi tentang berbagai hal. Pertama, bagaimana agama itu menjadi nilai-nilai yang hidup dalam dinamika kebangsaan untuk merekat kerukunan hidup sebagai basis persatuan kita di tengah perbedaan,â ujar Haedar Nashir di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah di Jakarta, Rabu (18/6).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan organisasi keagamaan itu juga sepakat mempererat kerukunan umat.
Ia menegaskan kemajuan suatu bangsa tidak mungkin terwujud jika masyarakat terpecah belah. Oleh karena itu, kerja sama lintas iman perlu terus dibangun dan diperkuat secara berkelanjutan.
Selain soal kerukunan, keduanya juga membahas sejumlah persoalan bangsa, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, korupsi, dan kerusakan lingkungan.
Ia menyebut masalah-masalah tersebut sebagai ancaman serius bagi generasi muda dan tatanan kehidupan berbangsa. âAda kesamaan pandangan bagaimana kita ikut memberi solusi dan menghilangkan problem besar bangsa kita yang menyangkut narkoba, yang merusak generasi bangsa. Perjudian juga menghancurkan tatanan kehidupan bangsa kita,â kata dia.
Di samping itu, Haedar menyinggung soal kerusakan lingkungan yang kerap disebabkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, diperlukan langkah kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa, termasuk negara. âMaka kami bersepakat untuk mengikat kerja sama dan semangat bersama bagaimana hal-hal tersebut bisa kita pecahkan bersama. Dan tentu semuanya itu tidak lepas juga dari peran negara,â kata dia.
Kontribusi Besar
Ephorus HKBP Victor Tinambunan menyampaikan apresiasi tinggi dan penghargaan atas kontribusi besar Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Dia menyebut keberadaan lebih dari 170 perguruan tinggi dan ratusan rumah sakit yang dikelola Muhammadiyah merupakan bukti nyata kontribusi ormas Islam itu bagi kemajuan bangsa. âKemajuan sebuah bangsa dari sekian faktor yang sangat menentukan itu, ada dua hal yang sangat penting. Yang pertama itu pendidikan dan yang kedua kesehatan,â kata dia.
Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam menangani berbagai persoalan bangsa, seperti narkoba, perdagangan manusia, dan kerusakan lingkungan. Menurut dia, masalah-masalah tersebut tidak bisa diselesaikan secara individu atau kelompok kecil.
âDiperlukan sinergi dan kolaborasi antar-semua elemen bangsa untuk menghadapi tantangan-tantangan besar,â katanya.
Hal serupa juga dilakukan Ephorus Victor Tinambunan saat berkunjung ke Kantor Pusat PBNU untuk membahas segala problematika yang terjadi masyarakat, salah satunya soal kerusakan lingkungan.
Dalam pertemuan itu, Ephorus juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada PBNU atas kontribusinya membangun toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman bangsa.
Ia juga menyinggung kerja sama yang sudah berlangsung antara HKBP dan NU sejak 2021, dan menyatakan keinginan untuk memperkuat, serta memperjelas langkah-langkah konkret melalui nota kesepahaman baru.
Ephorus Viktor mengatakan pihaknya terus berupaya menyelamatkan kerusakan lingkungan dengan pendekatan-pendekatan agama. Salah satu yang tengah diperjuangkan, yakni masalah kondisi sekitar Tanah Batak yang kian krisis.
Saat ini, kata dia, tutupan hutan di Tanah Batak sudah hampir habis dan hanya ditanami tanaman monokultur yang malah mendegradasi alam.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf mengatakan pihaknya bersama HKBP akan mengupayakan jalan keluar dari segala permasalahan yang ada. Ant/S-2
- Masalah Bangsa
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.