Ikan Melimpah, Tapi Tak Laku? Pemkab Agam Gelar Pelatihan Masak!
Kamis, 19 Jun 2025, 15:50 WIBLUBUK BASUNG â Dengan mengolah ikan menjadi berbagai produk seperti abon, kerupuk, atau nugget, nilai jualnya bisa meningkat secara signifikan dibandingkan menjual ikan segar. Usaha pengolahan ikan dapat menjadi sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat, terutama di daerah yang memiliki potensi perikanan yang besar.
Keterampilan mengolah ikan memungkinkan masyarakat untuk menyimpan dan mengawetkan ikan lebih lama, sehingga ketersediaan pangan tetap terjaga. Pelatihan olahan ikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi ikan dan membuat ikan lebih menarik untuk dikonsumsi.
Pemerintah Kabupaten Agam Sumatera Barat melaluiDinas Ketahanan Pangan dan Perikanan setempatmelatih warga dengan keterampilan olahan ikanuntuk meningkatkan minat masyarakat makan ikan dan membuka usaha baru.
"Pelatihan itu kita adakan di nagari atau desa dengan menghadirkan warga sekitar," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira didampingi Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Hasil Olah Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Erianto di Lubuk Basung, Rabu (19/6).
Ia mengatakan pelatihan itu telah diadakan sebanyak tiga kali di Nagari Tiku Lima Jorong, Dalko dan Panta Pauh selama Januari sampai Juni 2025.
Di Nagari Tiku Lima Jorong, tambahnya, pelatihan cara membuat empek-empek dari ikan lele.
Sedangkan di Nagari Dalko pelatihan cara membuat bakso dari ikan laut dan Nagari Panta Pauh pelatihan cara membuat siomay dari ikan laut.
"Kita menyediakan bahan baku, menghadirkan pelatih dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam," katanya.
Ia menambahkan pada tahun sebelumnya mengadakan pelatihan sebanyak lima kali.
Pelatihan itu dalam rangka sosialisasi gemar makan ikan, karena ikan tidak saja bisa digoreng, gulai dan bakar, tetapi bisa diolah menjadi berbagai makanan berupa bakso, abon, siomay dan lainnya.
Dengan cara itu, tingkat konsumsi ikan meningkat di Agam, sehingga bisa meningkatkan gizi keluarga, mengantisipasi stunting dan anak menjadi cerdas.
Selain itu bisa membuka usaha baru bagi masyarakat, sehingga pendapatan mereka bertambah.
"Saat ini ada warga yang membuka usaha bakso ikan di Nagari Lubuk Basung dan masih banyak binaan kita yang masih bertahan berjualan," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jangan Lewatkan Konsumsi Protein 100 Gram/ Hari! KKP Ajak Masyarakat Giat Konsumsi Ikan
-
Capaian konsumsi ikan masyarakat
-
Proyeksi angka konsumsi ikan nasional 2026
-
Kerja Sama Bank Jakarta dan Persija Diharapkan Wagub Rano Dapat Berbuah Juara
-
Seorang Calon Haji Asal Lombok Timur Meninggal di Tanah Suci
-
Tingkat konsumsi ikan di Kaltim meningkat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.