Wisatawan Indonesia Tak Sadar Rugi Hingga 900 Ribu Rupiah Saat Liburan

Selasa, 17 Jun 2025, 19:58 WIB

JAKARTA - Memasuki pertengahan tahun, semangat berlibur masyarakat Indonesia terlihat semakin tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri mencapai 3,26 juta perjalanan selama Januari hingga April 2025, atau meningkat 10,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Angka ini mencerminkan tren positif masyarakat yang kembali menikmati momen bepergian, baik bersama keluarga, sahabat, maupun untuk me-time yang sudah lama direncanakan,” kata  Brand Marketing Lead Honest Card, Amertya Ardya Oktoriano Putantri melalui keterangan tertulis pada hari Selasa (17/6).

Ket. Foto: Infografis wisatawan Indonesia rugi hingga 900 ribu rupiah saat liburan. — Sumber: Honest Card

Menurut data UN Tourism pada tahun 2022, wisatawan Indonesia menempati peringkat keempat dalam hal pengeluaran belanja saat liburan ke luar negeri, dengan rata-rata pengeluaran Rp30,5 juta per perjalanan. Di peringkat tiga teratas ada Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan dengan pengeluaran terbesar.

Dengan besarnya angka pengeluaran saat liburan, kepraktisan dalam mengelola perjalanan, termasuk metode pembayaran menjadi krusial. Meski begitu, banyak wisatawan Indonesia masih membawa uang tunai dalam jumlah besar. Selain merepotkan karena harus menukar uang, membawa cash juga meningkatkan risiko kehilangan atau pencurian. Belum lagi, nilai tukar yang fluktuatif dan jika dihitung secara keseluruhan, biaya tambahan akibat penukaran tunai bisa mencapai hingga 7% dari total transaksi. 

Tak hanya itu, penggunaan kartu debit atau kredit konvensional selama liburan juga bisa memunculkan biaya-biaya tambahan yang seringkali tidak disadari. Beberapa bank menetapkan biaya transaksi luar negeri dan markup pada kurs yang berkisar antara 1-3 %. Meski terdengar kecil, biaya ini bisa menumpuk, terutama jika digunakan untuk berbagai kebutuhan selama liburan. 

Selain soal biaya tersembunyi, tantangan lain yang sering dialami wisatawan adalah kesulitan dalam memantau pengeluaran secara real-time. Tanpa pencatatan yang jelas, pengeluaran selama liburan bisa dengan mudah melewati batas anggaran yang sudah ditetapkan. Akibatnya, momen menyenangkan bisa berubah jadi beban saat melihat tagihan setelah kembali ke rumah.

Honest Card hadir untuk menjawab tantangan ini sebagai alternatif yang lebih hemat, transparan, dan didukung teknologi. "Dari rata-rata pengeluaran 30,5 juta rupiah selama liburan, biaya 3% itu artinya pengguna bisa kehilangan lebih dari 900 ribu rupiah hanya untuk biaya kurs dan konversi,” jelas Amertya “Padahal, ini adalah jenis pengeluaran yang sebenarnya dapat dihindari," tambahnya.

Dengan Honest Card, pengguna tidak dikenakan biaya konversi mata uang asing, kurs yang digunakan adalah kurs aktual, tanpa markup atau biaya tambahan. Semua transaksi tercatat secara real-time di aplikasi, membuat pengguna lebih mudah memantau pengeluaran selama bepergian. Honest Card juga mendukung pembayaran digital langsung lewat ponsel, tanpa perlu gesek kartu atau tanda tangan, sehingga lebih praktis dan aman.

Menariknya, Honest Card juga menawarkan periode bebas bunga dan biaya admin hingga 47 hari bagi pengguna yang membayar penuh dan tepat waktu. "Bisa dibilang, Honest menawarkan pengalaman transaksi luar negeri sekelas Revolut di Inggris, namun dirancang dengan pendekatan lokal supaya tetap sesuai untuk kebutuhan dan perilaku finansial pengguna di Indonesia," tutup Amertya.

Dengan mengedepankan nilai transparansi, kemudahan, dan kontrol, Honest berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman kredit yang tidak hanya adil, tetapi juga cerdas. Sebuah solusi modern berbasis teknologi yang membantu pengguna mengambil keputusan finansial yang lebih bijak, baik saat liburan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Kemdiktisaintek Siapkan Aksara Mahasiswa untuk Bantu Pemulihan Masyarakat NTT Pascabencana.

Bulog Sorong Datangkan 3.000 Ton Beras dari Jatim dan Jakarta, Stok Pangan Diperkuat hingga Akhir 2026.

Rp56 Miliar Digelontorkan untuk Sekolah Papua Harapan di Nabire, Perkuat SDM Anak Papua.

Jaga Harga Beras Tetap Stabil, Bulog Sorong Salurkan 5 Ton SPHP Setiap Hari.

Karhutla Dekati Permukiman dan Sekolah di Barru, Tim Gabungan BNPB Terus Berjibaku.

KPK Geledah Dua Kantor Pemkab Bogor, Bappenda dan BKPSDM Disasar

TransNusa Buka Rute Jakarta-Lampung dan Lampung-Kuala Lumpur

Cegah Celah Pengawasan, Karantina Babel Andalkan Teknologi untuk Percepat Layanan.

Lindungi Gajah Way Kambas, BNPB Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca di Lampung Timur.

Marriott International Dinobatkan Jadi Tempat Kerja Terbaik Nomor 1

Google Cloud Hadirkan Gemini Enterprise untuk Industri Keuangan dan Hukum

De’ Geplak Hadir di Pusat Perbelanjaan Depok, Urus Administrasi Kependudukan Makin Mudah

JIF 2026: Buka Peluang Investasi Rp115 Triliun, 37 Proyek dan 13 Kawasan Ditawarkan

Lima Kunci Kepemimpinan HR untuk Membangun SDM Masa Depan

Somerset Kencana Jakarta Hadirkan Serviced Residence Family-Friendly dan Pet-Friendly di Jaksel

Hadapi Kemarau Ekstrem, 640.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke 40 Titik

Lima Bulan Pascabencana Galodo, Dompet Dhuafa Reaktivasi 7 Posyandu di Agam

BTN dan Danantara Gelar Akad Massal KPR Subsidi untuk 200 Debitur di DHE 2026

Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan KPR BTN Bunga 2,75% dan Tenor 30 Tahun

Tak Mau Warga Kelaparan Pemkab Nduga Saluran 50 Ton Beras

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.