• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Keran dari GB, Jadikan Tem...

Keran dari GB, Jadikan Tempat Wudhu Masjid Atta'awun Makin Elegan

Selasa, 17 Jun 2025, 17:50 WIB

JAKARTA - Germany Brilliant (GB) produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur, menyerahkan keran untuk wudhu dan shower ke masjid Atta'awun Bogor Puncak pada Kamis, 12 Juni 2025. Masjid Atta'awun dikenal sebagai masjid kebanggaan masyarakat Bogor.

Bentuknya yang ikonik dan berada di ketinggian 1.700 (meter di atas permukaan laut/mdpl) membuat masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi bagi masyarakat Indonesia, sehingga memberikan dampak perekonomian masyarakat setempat. 

Ket. Foto: Keran dengan desain menarik bantuan dari Germany Brilliant (GB) sebuah produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur, untuk Masjid Atta'awun, yang berada di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. — Sumber: Germany Brilliant (GB)

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor Yudi Santosa memastikan angka kunjungan wisata di Kabupaten Bogor sedang dalam kondisi prima. Selama tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Bogor pun mampu melampaui target 12 juta kunjungan, dengan realisasi 14 juta kunjungan. 

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor terus masif membantu promosi destinasi-destinasi wisata baru, khususnya di Kawasan Wisata Puncak, Cisarua.

General Manager Germany Brilliant Yapto Wijaya mengatakan, program ini termasuk dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar salah satunya rumah ibadah seperti masjid. Ketika itu ia tim GB melihat banyak kran di masjid tersebut terbuat dari plastik, dan beberapa diantaranya dalam kondisi bocor.

"Waktu itu tim GB tidak sengaja datang kesini. Dan kami melihat banyak keran untuk wudhu terbuat dari plastik sudah usang dan bocor. Untuk itu kami berinisiatif untuk menggantikan dengan produk GB terbuat dari bahan kuningan, lebih kuat, dan tahan lama," ujarnya melalui siaran pers pada hari Selasa (17/6).

Lebih lanjut Yapto mengatakan, prosesnya berjalan lancar, tidak ada kendala dan cukup singkat proses penggantian keran, wastafel dan shower disini. Pihaknya berharap dengan adanya kran baru ini, jamaah masjid yang ingin mengambil air wudhu menjadi lebih nyaman dan tidak ada air yang terbuang percuma. 

H. Asep Ruhyat pengurus/imam masjid Atta'awun mengatakan, wudhu merupakan hal penting bagi umat Islam sebelum sholat. Banyaknya jamaah yang datang di masjid ini, berdampak pada cara membuka keran itu sendiri. Ada yang lembut tetapi ada yang kasar sehingga keran cepat rusak. InsyaAllah adanya keran baru dari GB ini dapat mempercantik masjid sekaligus menambah kekhusyukan wudhu jamaah. 

"Setiap hari ada sekitar 1000 jamaah yang sholat disini. Belum lagi kalau weekend atau liburan bisa sampai 2000 jamaah. Bisa dibilang masjid ini masjid transit, jamaah kami berbeda-beda setiap harinya. Untuk itu kami juga memberikan pelayanan terbaik bagi yang ingin sholat dan menggunakan toilet. Alhamdulillah GB telah mengganti seluruh keran wudhu dan toilet," ungkap H. Asep. 

Untuk prosesnya sendiri dari awal sampai pemasangan keran hanya memakan waktu dua mingguan. GB berharap kedepannya akan banyak rumah-rumah ibadah lainnya yang akan dibantu dalam penyediaan keran dan sanitary. Selain masjid, GB telah memberikan bantuan ke Vihara, panti asuhan, panti jompo dan lainnya. 

Syekh Nabil bin Sa'ad Sumair, pelantun sholawat, menambahkan dirinya pertama kali mengetahui GB dari media sosial. Dirinya melihat program GB sungguh sangat mulia karena untuk efisiensi air yang dipergunakan untuk wudhu yang ada di masjid. Ia mengamati di beberapa masjid ada keran-keran yang bocor, dan volume keluar air juga tidak stabil. 

"Jarang sekali ada perusahaan ataupun brand dari sanitary menyoroti penyediaan keran untuk wudhu apalagi ini urusan yang sangat sakral seperti ini. Perhatian GB sungguh sangat tepat sasaran langsung ke ibadah umat muslim. Pertama kali yang akan ditanyakan ketika seorang muslim wafat adalah sholat. Salah satu syarat sah sholat itu kan wudhu dan wudhu berkaitan dengan air. Nah GB terjun langsung dan totalitas," ungkap Syekh Nabil. 

Dalam agama Islam sendiri lanjut Syekh Nabil, kita sering dengar kata mubazir (temannya setan) artinya terbuang sia-sia. Air tidak disetiap tempat didapat. Alhamdulillah kita berada di tempat yang airnya banyak. Muliakan air tadi dengan menggunakan sesuai dengan kebutuhan.

"Dengan keran yang bagus otomatis keluar air nya juga bisa lebih maksimal, sesuai dengan kebutuhan. Saya berharap setelah dari masjid Atta'awun bisa menebar kebaikan ke masjid-masjid lainnya yang memang keran dan sanitary nya sudah harus diganti, " ungkap Syekh Nabil.

  • Germany Brilliant (GB)
  • keran
  • Masjid Atta'awun

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Sapaan Maut El Nino di Honduras: 80 Persen Wilayah Dilanda Kekeringan

Dua Pemuda Diamankan karena Hendak Tawuran di Lubang Buaya

Gubernur Pramono Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Atasi Emisi PLTU Suralaya

Operator Seluler Ikut Bangun Ekosistem AI, Kedaulatan Digital Indonesia Makin Kuat

Anggaran KJMU Dipangkas Rp49 Miliar, 2.899 Mahasiswa Terancam Putus Kuliah

Badan Geologi: Asap di Gunung Raung Bukan Erupsi Tapi Kebakaran

Cegah Warga Hilang Hak Bansos, DPRD DKI Minta Pemprov Sediakan Kanal Sanggah

Gibran Berdialog dengan Sejumlah Ibu yang Baru Melahirkan di Tenda Rawat Pascagempa di Sikka, NTT, Pastikan Kebutuhan Terpenuhi

Babak Baru Diplomasi: Trump Bersiap Jumpa Kim Jong Un Lagi

Wapres Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Molinas Diproyeksi Hemat Subsidi BBM Rp82,2 Triliun hingga 2037

Anggota DPR Minta Pemerintah Perbaiki Status Guru Madrasah Swasta

Gubernur Minta PWNU Banten Jaga Kekompakan Jelang Muktamar Ke-35 NU

Anggota DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Guru PPPK Daerah 3T jadi PNS

Basarnas Evakuasi Lansia-Ibu Hamil di NTT yang Sakit dan Trauma Gempa

Sidang Kasus Praktik Calo Jabatan oleh Bupati Nonaktif Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Peran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan

BPBD Jabar Berangkatkan 20 Personel Bantu Korban Gempa NTT

Tekan Emisi, Gubernur Pramono Targetkan 10.000 Bus Elektrik Sudah Broperasi di Jakarta pada 2030

Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN

Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.