Upaya Mengurangi Sampah, PLN NTB Bangun PLTSa di Lombok

Senin, 16 Jun 2025, 20:14 WIB

MATARAM – PT PLN (Persero) Unit Wilayah Induk Nusa Tenggara Barat (NTB) mengupayakan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah atau PLTSa di Pulau Lombok, untuk mendukung upaya pengurangan sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

General Manager PLN Unit Wilayah Induk NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan pembangunan PLTSa di Lombok belum masuk ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Ket. Foto: Petugas mengawasi proses pencampuran biomassa dari limbah kayu dan sampah taman dengan batu bara pada kawasan PLTU Jeranjang yang berada di Desa Kebonayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (15/5/2025). — Sumber: ANTARA

"Saat ini kebetulan di Lombok belum ada masuk RUPTL. Langkah ke depan dikoordinasikan lebih lanjut dengan kementerian terkait supaya harapan kami di Lombok juga ada PLTSa," ujarnya, di Mataram, Senin (16/6).

Pulau Lombok saat ini mengalami darurat sampah akibat tempat pembuangan akhir (TPA) Kebon Kongok tidak mampu menampung produksi sampah sebanyak 300 ton setiap hari yang dihasilkan oleh Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, sehingga pemerintah harus mengambil langkah konkret guna menyelesaikan kendala tersebut.

Kini, Pemerintah NTB sedang menjaring calon investor untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Pulau Lombok agar persoalan sampah bisa segera rampung. Pemanfaatan sampah menjadi energi menjadi prioritas jangka menengah di NTB.

Dalam dokumen RUPTL 2025–2034, PLN merencanakan penambahan pembangkit baru dengan kapasitas total sekitar 641 megawatt di NTB. Namun, proyek PLTsa tidak ada dalam dokumen rencana pengembangan sistem penyediaan tenaga listrik selama 10 tahun ke depan tersebut

Beberapa proyek baru yang akan dibangun oleh PLN adalah pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Lombok 5 berkapasitas 2x50 megawatt yang ditargetkan beroperasi komersial pada tahun 2033 atau 2034, kemudian PLTMG Sumbawa 5 kapasitas 50 megawatt dengan tanggal operasi komersial pada tahun 2031.

Selain itu, ada pula proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, arus laut, panas bumi hingga tenaga air skala kecil untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa di NTB memiliki listrik dalam jumlah yang cukup.

Jumlah pelanggan listrik PLN di NTB saat ini masih didominasi oleh kelompok pelanggan rumah tangga dengan porsi mencapai 95,2 persen dari jumlah pelanggan total, disusul kelompok komersial 2,5 persen, publik 2,2 persen, dan sisanya adalah konsumen industri.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.