- Home
-
- Luar Negeri
-
- Seluruh Kotak Hitam Pesawa...
Seluruh Kotak Hitam Pesawat Air India yang Jatuh di Ahmedabad Ditemukan
Senin, 16 Jun 2025, 01:00 WIBBANGKOK - Kedua kotak hitam milik pesawat Boeing 787-8 Air India yang jatuh di Ahmedabad, Gujarat, telah ditemukan di lokasi kecelakaan, demikian dilaporkan saluran televisi New Delhi Television Limited (NDTV), Minggu (15/6)
Menyusul penemuan kotak hitam pertama dari pesawat tersebut pada Jumat (13/6), kotak hitam kedua menyusul ditemukan pada Sabtu (14/6).
"Tim pencari telah bekerja tanpa henti di lokasi kecelakaan. Kami bersyukur kedua kotak hitam dapat ditemukan dalam kondisi relatif utuh, meskipun pesawat mengalami kerusakan parah," ujar seorang juru bicara tim investigasi kecelakaan udara India di Ahmedabad, Sabtu.
Penemuan ini menjadi harapan besar untuk mengungkap penyebab pasti tragedi yang menewaskan 242 penumpang dan awak pesawat. Informasi yang disimpan kedua perangkat tersebut akan membantu penyelidik menentukan faktor-faktor penyebab kecelakaan yang menewaskan 274 orang tersebut.
Kedua kotak hitam yang ditemukan adalah Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). FDR berisi data teknis penerbangan seperti kecepatan, ketinggian, arah, dan kondisi mesin, sementara CVR merekam percakapan di kokpit antara pilot, kopilot, dan suara-suara di dalam kokpit.
Kotak hitam tersebut kini telah diamankan dan akan segera dikirim ke laboratorium khusus untuk dianalisis. Proses pembacaan data dari kotak hitam biasanya memakan waktu beberapa hari hingga minggu, tergantung pada tingkat kerusakan dan kompleksitas data. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai apa yang terjadi pada detik-detik terakhir penerbangan.
Kamis lalu (12/6), sebuah pesawat Boeing 787 Air India yang seharusnya terbang ke London, Inggris, jatuh beberapa saat setelah lepas landas dari bandara di Ahmedabad, India barat.
Otoritas penerbangan India memastikan 242 orang ada di pesawat tersebut, termasuk kedua pilot dan 10 awak penerbangan. Media setempat melaporkan pesawat tersebut jatuh menimpa atap sebuah gedung asrama bagi mahasiswa kedokteran.
Air India kemudian melaporkan 241 dari seluruh 242 orang di pesawat tewas dalam kecelakaan nahas tersebut.
Korban bertambah
Korban tewas kecelakaan pesawat Air India 171 dilaporkan meningkat menjadi 274 orang per Sabtu (14/6) setelah tim penyelamat menemukan lagi jasad para korban di reruntuhan sebuah asrama sekolah kedokteran di Ahmedabad, India barat.
Menurut harian Times of India, regu penyelamat mengevakuasi jasad korban saat mengambil kotak hitam pesawat yang ditemukan di atap salah satu gedung kompleks.
Air India melaporkan bahwa 241 dari 242 orang di dalam pesawat tewas. Hanya satu penumpang yang selamat dalam kecelakaan tersebut usai dirinya melompat ke luar pesawat sebelum jatuh terhempas.
Para penumpang pesawat nahas tersebut terdiri dari 169 WN India, 53 WN Inggris, 7 WN Portugal, dan seorang WN Kanada.
Sementara, 33 korban tewas lainnya diyakini merupakan mahasiswa dan penghuni asrama di darat.
Menteri Penerbangan Sipil India, Ram Mohan Naidu pada Sabtu mengatakan bahwa sebuah komite penyelidikan tingkat tinggi telah dibentuk, dan mereka memiliki waktu tiga bulan untuk menyelesaikan penyelidikan.
Menurut Kementerian Penerbangan Sipil India dalam media sosial X, penyelidikan itu akan menghasilkan laporan rekomendasi terkait pembaruan prosedur operasi standar untuk mencegah kecelakaan sejenis terjadi lagi.
Penyelidikan juga akan mengkaji sejumlah kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk kegagalan teknis, kesalahan maskapai, atau kemungkinan tabrakan dengan burung, menurut media India.
Menteri Dalam Negeri India Amit Shah yang mengunjungi lokasi kecelakaan pada Kamis mengatakan bahwa jumlah pasti korban tewas dalam kecelakaan baru akan diketahui setelah tes DNA dirampungkan.
Sementara itu, induk maskapai Air India, Tata, menjanjikan kompensasi sebesar 10 juta rupee (1,89 miliar rupiah) untuk setiap korban baik yang berada di pesawat maupun di darat.
Tata juga menyatakan akan menanggung biaya pengobatan para korban cedera dan mendukung pembangunan kembali asrama yang hancur.
- Tragedi Penerbangan
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.