Dapen Masih Sepi di Sektor Informal, OJK Soroti Peluang Emas yang Terabaikan
Senin, 16 Jun 2025, 22:05 WIBJAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong industri dana pensiun untuk terus berinovasi guna bertahan di tengah kondisi perekonomian global tak menentu.Â
Inovasi ini dapat mencakup pengembangan produk, digitalisasi layanan, edukasi peserta, dan peningkatan layanan pelanggan.
OJK memandang peluang penetrasi program dana pensiun (dapen) di Indonesia masih cukup besar, khususnya pada sektor informal yang mencakup sebesar 58 persen dari total angkatan kerja.
âDengan adanya kemudahan layanan, diharapkan dapat meningkatkan kepesertaan khususnya pekerja informal,â kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, di Jakarta, Senin (16/6).
OJK mencatat, kepesertaan dana pensiun sukarela per April 2025 mencapai 5,33 juta peserta atau meningkat 1,92 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Jumlah kepesertaan didominasi oleh kepesertaan pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sebesar 77 persen dari total peserta dana pensiun sukarela.
Adapun return of investment (ROI) dana pensiun sukarela per April 2025 sebesar 2,03 persen atau meningkat sebesar 0,60 persen secara tahunan.
Ogi mengungkapkan beberapa tantangan dana pensiun dalam pengelolaan investasi, salah satunya keselarasan antara aset dan liabilitas (asset liability matching) dalam memenuhi kewajiban.
Tantangan lain, yaitu pemenuhan target kinerja kepada stakeholders di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi pasar global maupun domestik, serta perbedaan antara asumsi tingkat suku bunga aktuaria dan kinerja investasi sehingga dapat mempengaruhi kecukupan dana pensiun khususnya pada Dana Pensiun Pemberi Kerja Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK PPMP).
âOJK mendorong industri dana pensiun untuk memperbaiki tata kelola kebijakan investasi, dengan fokus pada kualitas serta menyelaraskan investasi dengan dengan liabilitas jangka panjang dana pensiun,â kata Ogi pula.
Sebagai informasi, industri dana pensiun secara keseluruhan mencatatkan total aset dengan nilai mencapai Rp1.551,03 triliun per April 2025 atau tumbuh sebesar 8,26 persen yoy.
Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,45 persen yoy dengan nilai mencapai Rp388,28 triliun.
Sedangkan untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan Polri, total aset mencapai Rp1.162,75 triliun atau tumbuh sebesar 9,59 persen yoy.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump Mengatakan "Armada" AS Sedang Menuju Iran
-
Merasa Dana Pensiun Tak Cukup? Ini 5 Jurus Sakti Biar Tetap Kaya di Hari Tua!
-
Rayakan 30 Tahun di Indonesia, Prudential Indonesia Pertegas Komitmennya Mendukung Keluarga Indonesia Lebih Sehat Baik Secara Fisik dan Finansial
-
Batu Art Flower Carnival 2025, Upaya Angkat Potensi Alam dan Kekayataan Budaya
-
Manulife Indonesia Pension Expo 2025 Dorong Kesiapan Pensiun dan Ketahanan Finansial Masyarakat Indonesia
-
Kebijakan Baru PT Pos Pangkas Tunjangan, Nasib Puluhan Ribu Pensiunan Terancam
-
PLN Imbau Warga Matikan MCB Jika Air Masuk Rumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.