Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produktivitas Beras Sehat di Lamongan Mencapai 10 Ton per Hektare

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 21:55 WIB | Oleh:
Produktivitas Beras Sehat di Lamongan Mencapai 10 Ton per Hektare Doc: Antara
Ket. Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara (batik) meninjau sistem pertanian di Griyo Tani Kelompok Tani Sumber Makmur 1, Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Lamongan, Jawa Timur.

Lamongan - Produktivitas beras sehat di Desa Miru, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berhasil meningkat signifikan hingga mencapai 10 ton per hektare melalui program pendampingan Bank Indonesia (BI) bersama mitra petani setempat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, M. Noor Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Minggu menyatakan, peningkatan produktivitas tersebut diraih Kelompok Tani Sumber Makmur 1 setelah mendapat dukungan teknologi, kelembagaan, dan literasi pertanian.

“Naik dari 7 ton menjadi 10 ton per hektare. Ini menunjukkan bahwa jika sektor pertanian didukung kolaborasi lintas sektor, dampaknya bisa sangat nyata,” ujarnya dalam rangkaian Program BI Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren.

Noor menyebutkan program tersebut tidak hanya menyasar sisi pembiayaan tetapi juga penguatan inovasi dan adaptasi teknologi termasuk pengembangan kelembagaan petani agar lebih responsif terhadap dinamika pasar.

Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara menyambut baik keberhasilan itu dan menyatakan bahwa kolaborasi pentahelix antara pemerintah desa, BI, kelompok tani, Universitas Brawijaya, serta media patut dipertahankan.

“Selain produktivitas meningkat, biaya produksi bisa ditekan dan nilai jual beras ikut naik. Ini bukti bahwa kerja bersama bisa menciptakan terobosan nyata dalam pertanian,” katanya.

Dirham menambahkan, sektor pertanian masih menjadi penyumbang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lamongan sehingga pengembangan komoditas pangan khususnya beras sehat harus terus diperkuat melalui inovasi seperti digital farming dan sistem irigasi tetes (drip irrigation).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.