Mukjizat, Seorang Penumpang Air India yang Selamat Sempat Berlari dan Minta Tolong

Jumat, 13 Jun 2025, 07:50 WIB

AHMEDABAD – Mukjizat. Seorang penumpang Air India yang jatuh di Kota Ahmedabad pada Kamis (12/6) dilaporkan selamat dan 241 lainnya tewas.

Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner tujuan London, Inggris, itu jatuh di area permukiman dekat Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, menghantam asrama mahasiswa B.J. Medical College saat waktu makan siang. Hingga Kamis malam, polisi mengonfirmasi sedikitnya 204 jenazah telah ditemukan, dan lebih dari 50 orang luka-luka dirawat di berbagai rumah sakit.

Ket. Foto: Evakuasi korban pesawat Air India yang jatuh. — Sumber: istimewa

Korban selamat adalah Ramesh Viswashkumar, 40 tahun, warga negara Inggris keturunan India, yang duduk di kursi 11A. Dalam wawancara dengan Hindustan Times, ia menceritakan saat-saat mengerikan ketika pesawat jatuh.

“Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara ledakan keras, dan pesawat langsung jatuh,” jelasnya dari ranjang rumah sakit.

“Semua terjadi begitu cepat. Saat saya bangun, saya melihat mayat di sekeliling saya. Saya ketakutan, berdiri, lalu lari. Potongan pesawat berserakan. Seseorang memegangi saya dan membawa saya ke ambulans.”

Ia juga menyebut bahwa saudaranya, Ajay, duduk di baris berbeda dan belum ditemukan. “Tolong bantu saya menemukan dia,” katanya lagi.

Menteri federal India, C.R. Patil, mengonfirmasi bahwa di antara korban tewas adalah Vijay Rupani, mantan Kepala Menteri Negara Bagian Gujarat, wilayah asal Perdana Menteri Narendra Modi.

Menurut Air India, penumpang pesawat terdiri dari 217 orang dewasa, 11 anak-anak, dan 2 bayi. Dari total 242 penumpang dan awak, 169 adalah warga negara India, 53 warga Inggris, tujuh Portugal, dan satu warga Kanada.

Badan pesawat hancur dan serpihannya tersebar di sekitar bangunan yang ditabrak, termasuk bagian ekor yang tersangkut di atas atap. CNN-News18 melaporkan bahwa pesawat menghantam langsung ke area ruang makan asrama mahasiswa kedokteran B.J. Medical College.

“Anak saya sedang makan siang di asrama saat pesawat jatuh. Dia selamat dan sempat menelepon saya. Dia melompat dari lantai dua dan mengalami beberapa luka,” kata seorang ibu bernama Ramila ke ANI.

Sekretaris kesehatan negara bagian, Dhananjay Dwivedi, mengatakan pihaknya meminta keluarga korban memberikan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi jenazah.

Ia juga mengonfirmasi bahwa sejumlah warga di sekitar lokasi turut menjadi korban karena pesawat jatuh di area padat penduduk yang mencakup asrama, rumah staf, dan kawasan pemukiman.

Pesawat yang jatuh merupakan Boeing 787-8 Dreamliner, pesawat modern yang mulai terbang komersial pada 2011. Pesawat ini pertama kali terbang pada 2013 dan diserahkan ke Air India pada Januari 2014.

Ini adalah kecelakaan fatal pertama yang melibatkan model Dreamliner, menurut database Aviation Safety Network.

Menurut situs pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat lepas landas pukul 13:39 waktu setempat dari landasan pacu 23, dan sempat mengirim sinyal Mayday sebelum akhirnya hilang kontak.

Beberapa cuplikan video menunjukkan pesawat terbang rendah di atas kawasan permukiman, lalu hilang dari layar sebelum kobaran api besar muncul di kejauhan.” Katanya.

Pesawat naas ini dioperasikan oleh Air India, maskapai yang diambil alih oleh Tata Group pada 2022 dan bergabung dengan Vistara - usaha patungan dengan Singapore Airlines - pada 2024.

Ketua Tata Group, N. Chandrasekaran, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan kompensasi sebesar 10 juta rupee (sekitar Rp1,9 miliar) kepada keluarga korban meninggal, menanggung semua biaya medis bagi korban luka-luka, serta membantu membangun kembali asrama mahasiswa yang hancur akibat kecelakaan.

  • Pesawat Air India

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.