Format Baru Berstandar Internasional, LPS Half Marathon Perkuat Jakarta Sebagai Kota Global yang Terbuka dan Aktif

Jumat, 13 Jun 2025, 23:32 WIB

JAKARTA- LPS Monas Half Marathon (MHM) edisi ketiga akan digelar lagi pada Minggu (15/6) di Jakarta akan kembali hadir dengan format baru. Dengan mengusung tema “Time To Rise” kegiatan sport tourism tersebut diharapkan menjadi simbol semangat kebangkitan Jakarta dari berbagai tantangan kehidupan yang kompleks.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menghadirkan berbagai pembaruan signifikan, termasuk format partisipasi yang kini tidak hanya terbatas pada komunitas lari, tetapi juga mengajak komunitas lintas minat untuk menciptakan atmosfer yang lebih menyenangkan dan terhubung secara sosial.

Ket. Foto: Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama para pelaksana LPS Half Marathon 2025 saat konprensi pers di Jakarta, Jumat (13/6). Lomba akan berlangsung Minggu (15/6) yang diikuti sekitar 6.000 pelari lokal dan internasional — Sumber: istimwea

“Jumlah peserta meningkat menjadi 6.000 pelari untuk half marathon dan 1.500 untuk Run the City. Kami hadirkan rute baru yang tetap melewati ikon-ikon Jakarta, tapi dengan vibes yang lebih segar,” ujar Purbaya dalam konferensi pers, Jumat (13/6).

Lebih lanjut Purbaya mengatakan bahwa LPS Half Marathon bukan sekadar ajang olahraga perlombaan, tetapi juga sebagai sarana sport tourism yang berdampak pada perekonomian, khususnya ke industri perhotelan, makanan dan minuman serta ekonomi masyarakat secara luas. 

“Pada tahun ini, kami melibatkan pelaku UMKM membuka tenant makanan di area race day dan Run the City agar manfaatnya lebih terasa,” kata Purbaya. 

Apalagi peserta lomba juga diikuti 23 negara dan sekitar 190 pelari asing yang konfirmasi ikut berpartisipasi. Belum lagi, peserta dari luar kota yang tentu cenderung mencari penginapan dan hotel di sekitar area perlombaan. 

“Kehadiran mereka akan menggeliatkan sektor pariwisata, mulai perhotelan, kuliner, dan UMKM lokal,” papar Purbaya.

Rute Baru Ramah Pelari

Salah satu perubahan utama dalam LPS MHM 2025 adalah rute baru yang dirancang lebih efisien dan kompetitif. Dengan menggunakan 90 persen jalur utama, lintasan baru itu memiliki lebih sedikit tikungan dan lebih banyak jalan lurus, sehingga memungkinkan pelari untuk memecahkan rekor pribadi maupun nasional.

“Lintasan kini melewati jalan protokol yang lebih lapang dan minim gangguan aktivitas publik,” ungkap Haryo Damardono, Pemimpin Redaksi Harian Kompas yang turut hadir dalam peluncuran.

Bangun Identitas Jakarta

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan LPS MHM 2025 yang mengusung standar internasional merupakan bagian dari strategi memperkuat Jakarta sebagai kota global yang terbuka dan aktif.

“LPS MHM membuktikan Jakarta adalah kota sehat, aman, inklusif, dan siap menyambut dunia,” ujarnya.

Tak hanya festival massa, LPS MHM juga hadir sebagai ajang serius melalui program “Break the Limit” yang memberi ruang kompetisi terukur bagi atlet nasional. Program itu diapresiasi oleh Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung, yang melihat format kompetitif itu penting untuk menjaga motivasi dan pengembangan prestasi atlet.

“Event seperti ini bukan hanya panggung atlet elite, tapi juga menguatkan komunitas. Ini menciptakan ekosistem yang lengkap dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Dengan konsistensi dan inovasi seperti ini, LPS Monas Half Marathon 2025 bukan hanya panggung perayaan olahraga, tapi juga instrumen nyata untuk membangun budaya lari yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.