Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film Jodoh 3 Bujang Angkat Fenomena Nikah Kembar di Makassar

25 Jumat, 13 Jun 2025, 20:56 WIB | Oleh:
Film Jodoh 3 Bujang Angkat Fenomena Nikah Kembar di Makassar Film Jodoh 3 Bujang Angkat Fenomena Nikah Kembar di Makassar Doc: Starvision/Rhaya Flicks

JAKARTA - Starvision dan Rhaya Flicks meluncurkan film terbarunya berjudul Jodoh 3 Bujang yang akan tayang di seluruh bioskop mulai 26 Juni 2025. Film karya sutradara asal Makassar, Arfan Sabran ini mengangkat fenomena nikah kembar yang sering terjadi di Makassar. 

Menikah menjadi salah satu momen sakral bagi pasangan yang telah menjalin komitmen serius dalam hubungan mereka. Namun, kerap kali karena tuntutan adat dan tradisi serta memenuhi ekspektasi keluarga besar, pernikahan tidak semudah seperti yang diucapkan. Ada dua keluarga yang disatukan, ada syarat yang harus dipenuhi, yang tak jarang memakan nominal rupiah fantastis. 

Di Makassar, demi menyiasati fantastisnya biaya pernikahan, orangtua mempelai calon pengantin kerap melakukan nikah kembar, yakni menikah bersama calon pasangan pengantin yang lain dalam satu waktu demi menghemat biaya. 

Fenomena itu diangkat dalam film Jodoh 3 Bujang yang mengikuti kisah tiga bujang bersaudara dalam menghadapi dilema pernikahan kembar yang diminta oleh ayah mereka.

Film Jodoh 3 Bujang menceritakan tiga bujang bersaudara, Fadly (Jourdy Pranata), Kifly (Christoffer Nelwan), dan Ahmad (Rey Bong), yang diminta orangtuanya untuk nikah kembar karena keterbatasan biaya dalam memenuhi tradisi. Namun, calon Fadly tiba-tiba dijodohkan orang tuanya dengan pria yang lebih mapan. Fadly harus menemukan jodoh penggantinya di waktu singkat yang tersisa, atau pernikahan kembar mereka terancam batal.

Kisah yang ada di film tersebut, diangkat dari kisah nyata. Menurut penuturan sang sutradara, yang juga menulis skenario bersama Erwin Wu dan Alwi Shihab, sosok tiga bujang tersebut memang ada. Awalnya, proyek ini bermula dari sebuah pitching forum bernama Akatara pada 2019.

“Saat diminta di Akatara, kami membawa proyek dokumenter. Kami merekam bagaimana karakter tiga bujang yang juga namanya sama seperti di film, Fadly, Kifly, dan Ahmad dalam kenyataannya. Kemudian dari Starvision menawarkan untuk membuatnya menjadi film Bioskop. Pak Chand Parwez memberi support untuk saya menyutradarai film itu. Di film Jodoh 3 Bujang, di credit title nanti juga ada sosok asli dari tiga bujang yang menginspirasi film ini,” kata penulis dan sutradara film Jodoh 3 Bujang, Arfan Sabran.

Di film Jodoh 3 Bujang, Arfan mencoba membicarakan tragedi secara komedi. Uang panai, yang menjadi salah satu syarat dalam pernikahan di adat dan tradisi Bugis-Makassar, kini telah mengalami pergeseran.

“Di era flexing ini, uang panai kini bergeser maknanya. Nikah kembar menjadi solusi tekanan ekonomi yang ada di Makassar. Semoga hasilnya bisa memuaskan semua penonton dan menjadi kekayaan dari film nasional,” lanjut Arfan.

“Ini adalah sebuah cerita yang mengusik saya sejak 2019. Ini adalah kisah nyata. Begitu melihat ceritanya, ini menarik sekali. Bukan saja karena nikah kembarnya yang menarik. Tapi juga ada muatan esensial yang perlu dibawa ke sinema Indonesia, bagaimana perjodohan dipertaruhkan sebagai nama baik keluarga, dan mempertanyakan esensi jodoh pilihan sekali seumur hidup,” tutup produser film Jodoh 3 Bujang Chand Parwez Servia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Timnas Indonesia U15 Menang...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.