Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sido Muncul dan LPBI NU Jateng Pelopori Konservasi Rawa Pening, Irwan Hidayat Inisiasi Gerakan Kolaboratif

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 13:25 WIB | Oleh:
Sido Muncul dan LPBI NU Jateng Pelopori Konservasi Rawa Pening, Irwan Hidayat Inisiasi Gerakan Kolaboratif Doc: koran jakarta/henri pelupessy
Ket. Direktur PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat, menyerahkan bantuan 20.000 bibit ikan untuk ditebar di Rawa Pening kepada Wakil Bupati Semarang Nur Arifah dan Ketua LPBI NU Jateng, Muchammad Pudji Wibowo di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/6).

SEMARANG - Konservasi dan menyelamatkan ekosistem Rawa Pening kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara sektor swasta, masyarakat sipil, dan pemerintah daerah. Dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup, PT Sido Muncul, Tbk bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menggelar sarasehan dan ziarah lingkungan di kawasan Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/6).

Kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi panggung penting untuk menggulirkan kembali agenda konservasi yang berkelanjutan, sekaligus menyerukan keterlibatan lebih kuat dari pemerintah pusat.

Direktur PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat, menegaskan pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif untuk menyelamatkan Rawa Pening dari kerusakan ekologis yang makin parah. Sejak tahun 2016, Pihaknya telah merintis teknologi pelet biomassa berbahan tanaman invasif seperti eceng gondok sebagai solusi energi alternatif ramah lingkungan.

“Saya sudah buat peletnya, bahkan mesinnya sudah ada. Kalorinya 4.300, dan bisa dijual sekitar Rp1.600. Ini bisa jadi bahan bakar murah untuk UMKM sekitar dan sekaligus mengatasi eceng gondok. Tapi sayangnya, belum ada pihak yang benar-benar menindaklanjuti,” ujar Irwan.

Menurutnya, pengelolaan Rawa Pening tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal bukan hanya mendukung konservasi, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekonomi lahan, dan menjadikan kawasan ini lebih berdaya guna.

Sebagai bentuk kontribusi langsung, Sido Muncul menyerahkan bantuan 20.000 bibit ikan untuk ditebar di Rawa Pening. Langkah ini diharapkan menjadi stimulus dalam menjaga keberlanjutan ekosistem air dan meningkatkan kesejahteraan nelayan setempat.

Irwan Hidayat menggarisbawahi bahwa konservasi lingkungan bukanlah kegiatan sekali jadi. Dibutuhkan kontinuitas, kemauan politik, dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami percaya, kalau semua pihak bersinergi dengan niat yang tulus, Rawa Pening bisa diselamatkan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga dunia usaha dan masyarakat,” tandas Irwan.

Krisis Ekologis

Rawa Pening merupakan ekosistem perairan yang krusial di Kabupaten Semarang. Namun, tantangan besar terus membayangi, mulai dari sedimentasi yang mengurangi daya tampung air hingga pertumbuhan masif eceng gondok yang menutup permukaan danau.

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini bukan hanya mengancam keseimbangan ekologis, tetapi juga mereduksi potensi kawasan sebagai destinasi wisata unggulan dan sumber penghidupan masyarakat lokal.

Wakil Bupati Semarang Nur Arifah mengakui,pemerintah daerah terus berupaya mengelola kawasan ini dengan sumber daya yang terbatas. Meski potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata Rawa Pening telah mencapai Rp1,9 miliar, kewenangan kabupaten tetap terbatas.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dari pusat dan sinergi dari berbagai pihak. Rawa Pening ini tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Sementara itu, LPBI NU PWNU Jawa Tengah menyatakan akan mengambil langkah strategis dengan menggerakkan kader Nahdliyin dalam kegiatan konservasi langsung, sekaligus mendorong advokasi ke tingkat nasional melalui struktur PBNU.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.