Investor Cermati Rilis Data Inflasi AS, Intip Presiksi Rupiah

Kamis, 12 Jun 2025, 11:41 WIB

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam berpotensi melemah, hari ini (12/6).

Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sentimen eksternal, terutama rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi melihat fokus pasar saat ini tertuju pada rilis data inflasi AS pada Mei.

Data diperkirakan akan sedikit menguat, tetap stabil di sekitar level yang terlihat sepanjang sebagian besar 2025.

Dia menambahkan, jika sesuai ekspektasi pasar, maka hal itu akan mendorongbank sentral setempat (The Fed) mempertahankan suku bunga.

Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (12/6), bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran 16.250 -16.300 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS cenderung sideways, Rabu (11/6), ditutup menguat tipis 0,09 persen atau 15 poin dari sehari sebelumnya menjadi 16.260 rupiah per dollar AS.

“Penguatan nilai tukar rupiah dipengaruhi sentimen positif atas hasil negosiasi perdagangan AS dengan Tiongkok,” ujar Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede.

Mengutip Xinhua, Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, menghadiri pertemuan dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelum pertemuan pertama mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan Tiongkok-AS pada Senin (9/6).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.