Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyuwangi Kebanjiran Beras, Tapi Harga di Pasar Tetap Mahal?

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 23:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyuwangi Kebanjiran Beras, Tapi Harga di Pasar Tetap Mahal? Doc: Antara
Ket. Stok Beras pemerintah di gudang Bulog.

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mencatat produksi beras pada periode Januari-Mei 2025 mencapai 228.309 ton atau surplus 159.320 ton sejalan dengan program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Produksi beras 228.309 ton itu diperoleh dari total luas panen padi 47.568 hektare (Januari-Mei), sedangkan kebutuhan konsumsi beras masyarakat Banyuwangi per bulan hanya sekitar 12.500-14.400 ton.

"Dengan jumlah penduduk 1,7 juta jiwa, total kebutuhan beras hingga Mei mencapai 68.989 ton, yang artinya Banyuwangi masih surplus 159.320 ton beras," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Kamis (12/6).

Menurut dia, surplus beras ini menjadi indikator positif dalam mendukung program swasembada pangan yang tengah digencarkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Program ini dilaksanakan dengan dua indikator, yakni LTT atau luas tanam padi dan jumlah gabah yang diserap oleh Bulog," kata Bupati Ipuk.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Ilham Juanda menyebutkan capaian luas tanam padi di Banyuwangi telah mencapai 63.457 hektare, setara dengan 50,6 persen dari target 125.000 hektare tanam padi tahun 2025.

Sementara serapan gabah oleh Bulog telah mencapai 94,11 persen dari target 49.100 ton setara beras, dan jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi cadangan beras pemerintah.

"Beras cadangan pemerintah yang ada di gudang Bulog sudah cukup bahkan lebih," kata Ilham.

Ia menambahkan, selama proses tanam hingga panen ada beberapa kendala seperti serangan hama pada tanaman padi, meski demikian pihaknya optimistis target swasembada tercapai di akhir tahun 2025.

"Masih ada sisa waktu enam bulan lagi untuk mencapai target tersebut, kami optimistis target swasembada pangan akan tercapai, karena capaian tersebut di atas terealisasi dalam semester pertama tahun ini," kata Ilham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.