Satu Tahun Menuju Piala Dunia 2026: Format Baru dan Harapan Besar dari FIFA
Rabu, 11 Jun 2025, 17:30 WIBJAKARTA - Rabu menandai dimulainya hitungan mundur satu tahun menuju perhelatan akbar Piala Dunia FIFA 2026, yang untuk pertama kalinya akan digelar di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen mendatang ini juga akan menjadi edisi perdana yang menggunakan format 48 tim, menjadikannya Piala Dunia terbesar dan paling inklusif sepanjang sejarah sepak bola dunia.
Dengan penyelenggaraan yang tersebar di 16 kota tuan rumah di tiga negara berbeda, Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menyedot kehadiran 6,5 juta penonton di stadion-stadion. Turnamen ini tak hanya akan mempersatukan kawasan Amerika Utara, tetapi juga menjanjikan perayaan global yang menghubungkan berbagai budaya dan komunitas melalui kekuatan sepak bola.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keyakinannya bahwa Piala Dunia 2026 akan memberikan dampak yang sangat besar dan jangka panjang.
"Dampak turnamen ini akan sangat besar dan bertahan lama. Piala Dunia FIFA selalu menginspirasi kaum muda â tetapi pada tahun 2026, kami akan melangkah lebih jauh dengan menciptakan jalur nyata bagi generasi berikutnya. Skala investasi dan visibilitas akan mempercepat program akar rumput, meningkatkan infrastruktur, dan menginspirasi pemain muda untuk bermimpi lebih besar," ujar Infantino.
FIFA menekankan bahwa tujuan dari penyelenggaraan Piala Dunia bukan sekadar kompetisi, tetapi juga tentang warisan yang akan ditinggalkan di tiap kota dan komunitas tuan rumah.
"Tujuan kami bukan hanya menyelenggarakan turnamen, tetapi juga memberikan sesuatu yang berarti bagi setiap kota tuan rumah dan setiap komunitas. Tujuan kami adalah membuat Piala Dunia ini abadi dalam kehidupan yang tersentuh. Ketika seorang anak di Vancouver, Guadalajara, atau Atlanta memilih untuk menendang bola karena apa yang mereka lihat pada tahun 2026, itulah warisan yang sebenarnya. Saat itulah sepak bola menang," tambahnya.
Piala Dunia 2026 akan menjadi momentum besar bagi pengembangan sepak bola di kawasan Amerika Utara dan di seluruh dunia. Dengan partisipasi 48 negara, FIFA berharap turnamen ini akan menjangkau lebih banyak negara berkembang, memberikan kesempatan lebih luas bagi negara-negara untuk tampil di panggung tertinggi, dan memperkuat pesan persatuan dalam olahraga.
Gelaran ini juga dipandang sebagai momen penting dalam memperkuat infrastruktur olahraga di ketiga negara penyelenggara, memacu pertumbuhan ekonomi lokal, dan memperluas basis penggemar sepak bola secara global. Seiring berjalannya waktu menuju 2026, dunia sepak bola akan terus mempersiapkan diri untuk menyambut salah satu turnamen paling monumental sepanjang sejarah.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Piala Dunia, Hujan Deras Membuat Laga Seru Prancis dan Irak Harus Ditunda
-
Kolombia vs Kongo DR: Los Cafeteros Bidik Tiket 32 Besar, Leopards Incar Sejarah Baru
-
Lamine Yamal Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026, Lampaui Rekor Lionel Messi Usai Bobol Arab Saudi
-
Portugal Ditahan Imbang Kongo 1-1, Cristiano Ronaldo Gagal Bawa Selecao Menang
-
Hasil Piala Dunia: Mesir Petik Kemenangan Perdana, Tundukkan Selandia Baru 3-1
-
Ceko vs Meksiko: Tuan Rumah Bidik Sapu Bersih, Ceko Berjuang Hidupkan Peluang Lolos
-
Turki vs Paraguay: Laga Hidup Mati Demi Menjaga Asa di Piala Dunia 2026
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.