Pemkab Solok Selatan Dorong Pertumbuhan UMKM Lewat Berbagai Program Unggulan

Rabu, 11 Jun 2025, 08:45 WIB

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat memberikan pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna mendorong pertumbuhan usaha mereka sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah yang bersifat kerakyatan.

Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi, di Padang Aro, Selasa, mengatakan UMKM serta industri kecil dan menengah (IKM) memiliki peranan penting dalam pembangunan perekonomian di Indonesia maupun daerah sehingga pemerintah berupaya memberikan fasilitas agar industri ini bisa berkembang mulai dari regulasi hingga fasilitas permodalan.

Ket. Foto: Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan. Upaya ini bertujuan meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. — Sumber: Antara Foto

"Pelaku UMKM dan IKM baik yang tergabung dalam sentra IKM maupun yang tidak harus selalu meningkatkan keterampilan mereka dalam memproduksi produk sehingga memiliki kualitas baik dan bisa bersaing di pasar," katanya.

Dia mengatakan visi dan misi Solok Selatan di bidang ekonomi, yakni peningkatan ekonomi kerakyatan dan daya saing daerah dengan sasaran prioritas diberikan kepada pelaku UMKM dan IKM.

Misi yang telah dirancang hingga lima tahun ke depan, katanya, menyasar UMKM dan IKM di daerah itu. Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM, saat ini di Solok Selatan terdapat 1.529 IKM dan 11.113  UMKM.

Selain itu, beberapa sentra IKM, seperti sentra pengolahan pangan, olahan durian di Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir, pengolahan makanan ringan di Kecamatan Pauh Duo, pengolah kopi di Kecamatan Sangir.

Pemerintah kabupaten terus berupaya meningkatkan keterampilan para pelaku usaha ini dengan pelatihan diversifikasi produk olahan makanan ringan yang kali ini difokuskan pada bahan dasar umbi-umbian. Umbi-umbian salah satu hasil pertanian hortikultura yang mudah didapatkan di daerah setempat.

Dia mengharapkan pelatihan ini membuat pelaku UMKM dan IKM dapat meningkatkan mutu dan kualitas produk usaha.

Kepala Dinas Perindagkop UKM Solok Selatan Akmal Hamdi menyebutkan peserta pelatihan 20 IKM dan 50 UMKM yang produknya sudah melalui kurasi dan siap naik kelas.

"Tujuannya kita harapkan agar para pelaku di industri ini bisa naik kelas, meningkatkan produksi sehingga mendorong kesejahteraannya," ujarnya.

Pelatihan ini dilaksanakan 10-12 Juni 2025 dengan pemateri, antara lain dari Balai Badan Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang serta Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan.

  • UMKM Solok Selatan

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.