Sangat Mengkhawatirkan, Eksplorasi Nikel Raja Ampat Sudah Merambah Geopark
Selasa, 10 Jun 2025, 13:48 WIBJAKARTA â Benar saja yang dikhawatirkan para aktivis lingkungan hidup sungguh terjadi. Eksplorasi penambangan nikel di Raja Ampat sudah merambah kawasan geopark.
Ini jelas sangat menghancurkan kekayaan alam yang sudah diakui UNESCO. Jika tidak dihentikan, eksplorasi bakal menghancurkan warisan dunia, geopark.
âPemerintah mencabut empat izin usaha pertambangan di Raja Ampat karena beberapa di antaranya masuk kawasan lindung Geopark,â tandas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Walaupun demikian, Bahlil menyebut izin-izin itu diterbitkan sebelum Raja Ampat ditetapkan oleh UNESCO sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) 24 Mei 2023. Namun, ini tak bisa jadi alasan. Eksplorasi yang merambah geopark harus disetop untuk selamanya.
âSecara teknis juga kami lihat, sebagian masuk kawasan Geopark,â kata Bahlil.
Kawasan Geopark di Raja Ampat merupakan area konservasi yang dilindungi sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.
Kawasan Geopark di Raja Ampat mencakup empat pulau utama di Kabupaten Raja Ampat, yaitu Pulau Waigeo, di bagian utara (termasuk Kepulauan Wayag yang berada di kawasan paling utara), Pulau Batanta, Pulau Salawati di bagian tengah, dan Pulau Misool di bagian selatan.
Kawasan Geopark juga mencakup perairan di antara pulau-pulau besar dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Oleh karena itu, pemerintah mencabut IUP empat perusahaan di Raja Ampat karena mempertimbangkan aspek pelestarian lingkungan, termasuk ekosistem dan biota laut di Raja Ampat.
âAlasan pencabutan pertama secara lingkungan atas apa yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup (Hanif Faisol Nurofiq) pada kami (izin itu) melanggar. Yang kedua, kami juga turun cek di lapangan kawasan-kawasan ini harus kita lindungi dengan tetap memperhatikan biota laut, dan juga konservasi,â kata Bahlil.
Bahlil melanjutkan keputusan mencabut IUP itu kemudian ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bersama beberapa menteri, Senin (9/6). Keputusan mencabut izin tambang itu juga telah mempertimbangkan masukan-masukan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.
âBapak Presiden punya perhatian khusus dan secara sungguh-sungguh untuk tetap menjadikan Raja Ampat menjadi wisata dunia, dan untuk keberlanjutan negara kita,â kata Bahlil Lahadalia. Empat IUP yang dicabut itu dimiliki oleh PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Melia Ray
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Dikenal Dunia, Raja Ampat Harus Jadi Simbol Ekonomi Hijau Indonesia
-
Tambat Labuh untuk Menjaga Kelestarian Terumbu Karang Raja Ampat
-
Raja Ampat: Tempat Ekowisata Dunia atau Kontrol Politik?
-
Aksi Nyata untuk Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, ASDP Salurkan Rp 8,1 Miliar
-
Gubernur Khofifah Perkuat Kerjasama Pendidikan, Kesehatan dan Investasi dengan Amerika Serikat
-
Hasil Undian "Play-off" Zona Eropa: Italia Jumpa Irlandia Utara
-
Wujudkan Wisata Ramah Lingkungan, Raja Ampat Benahi Sampah dan Kualitas Air
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.