Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenag: Sebelas Jemaah Haji Asal NTB Meninggal di Tanah Suci

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 14:10 WIB | Oleh:
Kemenag: Sebelas Jemaah Haji Asal NTB Meninggal di Tanah Suci Doc: ANTARA
Ket. Arsip - Jemaah haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

MATARAM - Kasubag Umum dan Humas Kanwil Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) Karya Gunawan menyatakan bahwa jamaah haji asal provinsi itu yang meninggal di Tanah Suci, Arab Saudi bertambah menjadi 11 orang.

Karya Gunawan dihubungi melalui telepon di Mataram, Selasa, membenarkan jamaah haji NTB yang meninggal di Arab Saudi sebanyak 11 orang.

"Ya ada 11 orang, karena ada tambahan 2 orang yang datanya baru kami terima hari ini," ujarnya.


Ia mengatakan dari informasi yang diterima kebanyakan jamaah haji yang meninggal disebabkan karena penyakit jantung. "Dari data di Siskohat kebanyakan karena penyakit jantung. Sebelumnya jamaah haji yang meninggal ini dirawat di sejumlah rumah sakit di Madinah dan Makkah," katanya.

Ia menyebutkan 11  haji NTB yang meninggal di Arab Saudi itu, di antaranya Padilah Sulaiman (54) warga Pandanwangi, Kabupaten Lombok Timur dari kloter 4, meninggal di Madinah. Marhanah Muhammad (82) warga Ampenan Tengah, Kota Mataram dari kloter 3, meninggal di Makkah, Sugianto Yoso Pawiro (69) warga Rembiga, Kota Mataram dari kloter 3, meninggal di Makkah.

Selanjutnya, Sahri Sulaiman (83) warga Batu Putih, Kabupaten Lombok Barat dari kloter 1, meninggal di Makkah, Sitti Mariam Idrus (61) warga Ntonggu, Kabupaten Bima dari kloter 5, meninggal di Makkah, dan Siti Nurmah Muhammad Nurdin (67) warga Kabupaten Sumbawa, meninggal di Makkah.

Kemudian, Nap Bin Amin (61) dari kloter 7 Kabupaten Lombok Timur, Masitah Zainudin (63) dari kloter 6 Kabupaten Lombok Tengah, Idris Sahrir Mukmin (68) dari kloter 5 Kabupaten Bima, Mustajab Amaq Indi (63) dari kloter 2 Kabupaten Lombok Tengah, Ramli Safii (68) dari kloter 2 Kabupaten Lombok Tengah. 

Sementara itu, jamaah haji NTB yang saat ini dirawat di Arab Saudi karena sakit sebanyak 13 orang, yakni Mariama Yunus (62) dari kloter 8, Hariyadi Norman (44) dari kloter 9, Nurseh Tinah (65) dari kloter 4, Jamilah Hanapi (49) dari kloter 9, Senah Jenah (69) dari kloter 11.

Kemudian, M Saleh Ahmad (59) dari kloter 6, M Nur Sirady M Sira (64) dari kloter 8, Hasan Yakub Jumadi (78) dari kloter 8, Mahani Mustar (52) dari kloter 4, Dirasih Puasa (53) dari kloter 1, Mur Amaq Irah (68) dari kloter 7, Padilah Sulaeman (47) dari kloter 4, dan Purnasih Langsi (83) dari kloter 4.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.