KBRI Angkat Suara Soal Tragedi Bus di Perak: Tak Ada WNI Jadi Korban, Benarkah?

Senin, 09 Jun 2025, 23:25 WIB

JAKARTA – Kecelakaan bus di East–West Highway, dekat Gerik, Perak Malaysia tercatat paling fatal di negara tersebut sejak Genting Highlands 2013 yang menewaskan 37 orang. Banyak pihak menyoroti kecepatan tinggi dan kondisi kelam jalur pegunungan menjadi pemicu utama.

Saat ini, kejadian tersebut mengakibatkan 15 mahasiswa tewas dan 31 lainnya terluka. Jumlah korban kemungkinan masih bisa bertambah, mengingat 27 korban lainnya dalam kondisi kritis. Sejauh ini, belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) turut menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.

Ket. Foto: Tangkapan layar - Bus yang membawa mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, terlibat kecelakaan maut di Distrik Gerik, Perak, Malaysia, Senin (9/6/2025) dini hari. — Sumber: ANTARA/Bernama.

Duta Besar RI untuk Malaysia, Hermono menyampaikan sejauh ini tidak ada informasi warga negara Indonesia yang menjadi korban kecelakaan tragis bus mahasiswa Universitas Pendidikan Sultan Idris, di Perak, Malaysia.

"Sejauh ini tidak ada WNI (yang ikut menjadi korban)," ujar Dubes Hermono saat dikonfirmasi dari Jakarta, Senin (9/6).

Hermono mengatakan meskipun demikian KBRI di Kuala Lumpur akan terus berkoordinasi dengan pihak kampus dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) untuk memantau setiap perkembangan.

Sedikitnya 15 orang mahasiswa dilaporkan tewas dalam kecelakaan tragis yang melibatkan bus, yang membawa mahasiswa dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), dengan kendaraan minibus Perodua Alza di Jalan Tol Timur-Barat di Distrik Gerik, Perak, Malaysia, Senin dini hari.

Sebagaimana dilansir kantor berita Malaysia, Bernama, Senin, pusat kendali operasi Hulu Perak dari Pasukan Pertahanan Sipil (APM) Malaysia mengatakan bahwa mereka menerima panggilan darurat mengenai kecelakaan tersebut pada pukul 01.10 dini hari waktu setempat.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa 48 orang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut, dengan tiga belas korban dinyatakan meninggal di tempat kejadian, sementara dua lainnya meninggal di rumah sakit. Sedikitnya empat orang mengalami luka-luka.

Diketahui bahwa bus yang membawa mahasiswa tersebut sedang dalam perjalanan dari Jertih, Terengganu, ke Tanjung Malim, Perak.

Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Perak (JBPM) Sayani Saidon mengatakan pada saat kejadian, bus dan minibus Perodua Alza sedang melakukan perjalanan ke arah yang sama, dari Jel Kelantan menuju Gerik.

Kondisi bus terbalik dengan kondisi rusak parah di bagian depan, sedangkan minibus tergelincir ke dalam selokan.

Peristiwa nahas tersebut turut menjadi perhatian Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

PM Anwar menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi itu. Ia menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia mengoordinasikan bantuan yang tepat bagi seluruh keluarga korban.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.