Tuchel Kritik Keras Sikap Skuad Inggris Usai Kemenangan Tipis atas Andorra
Minggu, 08 Jun 2025, 08:00 WIBBARCELONA, SPANYOL â Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, melontarkan kritik tajam terhadap sikap anak asuhnya usai kemenangan tipis 1-0 atas Andorra dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026, Sabtu (7/6) malam waktu setempat. Menurut Tuchel, skuad Inggris tampil tanpa keseriusan dan kurang menunjukkan rasa urgensi.
Gol semata wayang Harry Kane pada menit ke-50 menyelamatkan Inggris dari hasil memalukan kontra tim peringkat 173 dunia. Laga yang digelar di RCDE Stadium, Barcelona itu bahkan berakhir dengan cemoohan dari mayoritas pendukung Inggris yang hadir.
âSaya tidak suka sikap tim di akhir pertandingan,â ujar Tuchel usai laga. âSaya suka 25 menit awal, tapi saya tidak suka 30 menit terakhir. Kami seperti bermain-main dengan api.â
Meski berhasil mencatat tiga kemenangan dari tiga laga sejak Tuchel memegang kendali, permainan Inggris dinilai masih jauh dari harapan, terutama dalam hal agresivitas menyerang. Tuchel menyebut para pemainnya kehilangan semangat dan kewaspadaan di fase-fase akhir laga.
âRasanya seperti laga saat tim unggulan tidak menyadari ancaman dari lawan,â lanjutnya. âMereka seperti menerima begitu saja bahwa hari itu bukan hari mereka, dan energi pun menurun perlahan.â
Tuchel juga menyoroti bahasa tubuh para pemain yang menurutnya tidak mencerminkan semangat kualifikasi Piala Dunia. âItu bukan sikap yang dibutuhkan untuk laga seperti ini,â tegasnya.
Setelah laga melawan Andorra, Inggris dijadwalkan menjalani pertandingan persahabatan melawan Senegal di City Ground, Nottingham, Selasa mendatang. Tuchel memastikan akan menuntut penampilan yang lebih meyakinkan.
âKami akan terus mendorong mereka, kami akan evaluasi secara menyeluruh dan menunjukkan dengan jelas apa yang kami harapkan dari mereka,â ujarnya.
Sebagian besar pemain Inggris dijadwalkan akan langsung terbang ke ajang Piala Dunia Antarklub setelah laga melawan Senegal, dan Tuchel mengakui kelelahan fisik menjadi salah satu faktor penyebab penampilan lesu timnya.
Meski dicemooh sepanjang pertandingan, Tuchel tidak menyalahkan pendukung Inggris. Ia memahami rasa frustrasi mereka terhadap performa tim. âCemoohan itu wajar. Mereka tidak puas, terutama dengan akhir babak pertama dan akhir pertandingan,â katanya.
âMereka luar biasa sepanjang pertandingan. Saya tidak mendengar langsung tentang lagu-lagu atau nyanyian menghina yang disebutkan (terkait PM Keir Starmer), dan jika itu terjadi tentu tidak bisa diterima.â
Dengan Inggris masih berada di puncak klasemen Grup K, tekanan bagi Tuchel justru meningkat untuk menunjukkan bahwa timnya pantas diperhitungkan di putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara, Dampak Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau.
-
Formula 1: Antonelli Tak Mau Terbebani Gelar Usai Raih Kemenangan Sensasional di Monza
-
Abu Vulkanik Bisa Bahayakan Tubuh, Dicky Budiman Ungkap Cara Tepat Membersihkannya.
-
Pariwisata RI Tumbuh, Kunjungan Wisman Mencapai 8,98 Juta hingga Juli 2026
-
Jejak T-Rex Dewasa Pertama di Dunia Ditemukan di North Dakota, Usianya 66,5 Juta Tahun
-
Jangan Diabaikan! Perempuan Penjaga Hutan Bisa Jadi Kunci Tangani Karhutla
-
Cegah ISPA, Dinkes Kepulauan Riau Anjurkan Warga Pakai Masker
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.